jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan ada lagi rapat tersembunyi atau rahasia dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tegas ini diambil demi menjamin transparansi penuh dan memperbaiki tata kelola program prioritas nasional tersebut sejak awal berjalan
BACA JUGA: Don Muzakir Yakin Kepala BGN Sudaryono Mampu Perkuat Program MBG
"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," katanya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan pentingnya prinsip bekerja untuk masyarakat dan menggunakan akal sehat dalam menjalankan Program MBG, baik kepada internal pegawai BGN, mitra, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga seluruh masyarakat.
BACA JUGA: Nanik Mundur dari Kursi Kepala BGN, PDIP Ungkit Perbaikan Tata Kelola MBG
"Saya punya prinsip tadi, love your people (cintai masyarakat) and use your common sense (gunakan akal sehat). Jadi, kita didasari hati yang baik, mencintai rakyat, mencintai sesama, keluarga, saudara dan gunakan akal sehat," ujar dia.
Sudaryono juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat untuk menyebarkan berita-berita kebenaran tentang Program MBG dan bersama menangkal hoaks demi mencapai tujuan utama program untuk kualitas gizi masyarakat yang lebih baik.
BACA JUGA: Kepala BGN Sudaryono: Saya Bukan Superman
"Orang itu kemudian mudah sekali membuat sensasi dengan tema MBG, jadi viral, mungkin jadi bangga. Namun, maksud saya se-viral apapun enggak ada masalah, tetapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diunggah kebenaran, kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah," tuturnya.
Sudaryono dalam sesi jumpa pers setelah acara pelantikan di Istana Negara juga menegaskan dirinya dan keluarganya tidak ada yang punya dapur makan bergizi gratis (MBG).
Fakta tersebut disampaikan untuk menegaskan tidak ada konflik kepentingan dirinya dan keluarganya dalam pelaksanaan Program MBG. Pasalnya, Sudaryono berikrar untuk tidak menoleransi sama sekali segala praktik korupsi, hengki pengki, dan copet-copetan di lingkungan BGN dan terkait dengan pelaksanaan MBG.
"Gak ada, gak ada, gak ada, dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur (MBG, red.), tidak ada keluarga saya yang punya dapur, dan punya SPPG," kata Sudaryono.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan MBG merupakan program prioritas dengan anggaran yang besar dan cakupannya nasional. Alhasil, pelaksanaannya harus dijalankan dengan transparan serta akuntabel, dan setiap kebijakannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




