HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar menyiapkan berbagai kemudahan bagi anak-anak pedagang pasar melalui Program Beasiswa Jalur Kerja Sama yang digagas bersama Perumda Pasar Makassar Raya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Dr. Sujatmiko, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga pelaku usaha di pasar tradisional.
“Pilihan program studi ini kami siapkan agar anak-anak pedagang memiliki bekal ilmu yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha, keuangan, dan ekonomi digital saat ini,” jelas Sujatmiko.
Ia menjelaskan, IBK Nitro membuka sejumlah program studi, mulai dari Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan hingga program Sarjana (S1), meliputi Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Perbankan, Manajemen Pasar Modal, Manajemen Perbankan Syariah, serta S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan.
Menurut Sujatmiko, nilai bantuan pendidikan yang diberikan sangat besar karena penerima beasiswa dibebaskan dari biaya pendaftaran dan uang pangkal.
Selain itu, mahasiswa hanya dikenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp350 ribu per bulan.
“Secara reguler, biaya pendaftaran kami sebesar Rp300 ribu, uang pangkal Rp6 juta, dan UKT sekitar Rp4 juta per semester,” katanya.
“Melalui program beasiswa ini, pendaftaran gratis, uang pangkal juga gratis, dan UKT hanya Rp350 ribu per bulan. Selisih biaya tersebut ditanggung oleh mitra kami,” lanjutnya.
Sujatmiko berharap program tersebut menjadi jembatan bagi anak-anak pedagang untuk memperoleh pendidikan tinggi yang selama ini sulit dijangkau akibat keterbatasan ekonomi.
“Kami ingin IBK Nitro melahirkan generasi muda dari keluarga pedagang yang memiliki kompetensi di bidang bisnis, keuangan, dan kewirausahaan,” harapnya.
“Sehingga, alumni mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha di masa depan,” tambah Sujatmiko.
Ia menambahkan, kolaborasi antara IBK Nitro dan Perumda Pasar Makassar Raya diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program pemberdayaan lainnya bagi pedagang pasar.
“Dengan akses kuliah yang lebih terjangkau, anak-anak pedagang pasar bisa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana,” tukasnya. (*/)





