Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengingatkan pengguna jalan soal keberadaan fasilitas penyeberangan jalan pelican crossing di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, yang membuat arus lalu lintas (lalin) bakal melambat. Pelican crossing akan dilengkapi lampu lalu lintas untuk pejalan kaki.
Tentu, pasti akan ada perlambatan karena ada orang yang menyeberang. Pelican crossing juga harus dibuatkan lampu merah, karena ini salah satu solusi darurat saja, yang terpenting adalah pembangunan JPO, jelas Budi di kawasan Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.
Pada tahap awal operasional, Dishub DKI akan menempatkan petugas di lokasi. Sehingga, pengguna jalan dapat beradaptasi dengan keberadaan pelican crossing tersebut.
Takutnya, para pengendara belum begitu familiar dengan kondisi pelican crossing, dan nanti juga ada lampu merahnya, kata Budi.
Dia mengatakan pelican crossing itu hanya bersifat sementara. Setelah JPO baru selesai dibangun, fasilitas penyeberangan sebidang itu akan dihilangkan.
Nanti, kalau JPO sudah selesai dibangun, pelican crossing pasti dihilangkan. Jangan sampai ada dualisme. Kami menginginkan masyarakat menggunakan jembatan sehingga arus lalu lintasnya lebih cepat, ujar Budi.
Personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengerahkan crane tadano untuk membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Baca Juga :
Tunggu JPO Tendean Dibangun, Dishub DKI Segera Bangun Pelican CrossingBerdasarkan data Dishub DKI, volume lalu lintas di JPO Tendean itu mencapai 2.579 kendaraan per jam, sedangkan jumlah pejalan kaki yang menyeberang sebanyak 874 orang per jam.
Saat ini, kata Budi, terdapat tiga titik penyeberangan di JPO Tendean, yakni pelican crossing di depan Ayam Goreng Suharti yang berjarak 383 meter, JPO di depan Gerbang Tol Bina Marga sejauh 718 meter, serta zebra cross di U-turn Simpang Gotri yang berjarak 364 meter.
Secara normal, idealnya itu 100 sampai 200 meter sudah ada lagi fasilitas penyeberangan. Nah, ternyata ini jaraknya jauh, jadi memang penyeberangan ini sangat dibutuhkan masyarakat, tutur Budi.




