Pramono: Orang yang Tinggalkan Partainya Tak Pernah Jadi Besar, di PDI-P Ada

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDI-P Pramono Anung mengatakan ketika seseorang meninggalkan partainya, maka orang itu tidak akan pernah menjadi besar.

"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar'," ujar Pramono.

Hal tersebut Pramono utarakan saat menghadiri pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.

Baca juga: Cak Imin Lantik Ketua DPC PKB Se-Indonesia di Kota Tua Malam Ini

Dia tidak menyebut nama soal siapa orang yang dia maksud meninggalkan partai politiknya dan kemudian gagal menjadi besar.

"Di PDI-Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," sambungnya.

Baca juga: Cerita Pramono Anung soal Megawati Jadi Wapres 1999: PKB yang Mencalonkan

Acara yang dihadiri Pramono ini merupakan hajatan PKB. Partai yang dipimpin Cak Imin ini melantik Ketua Dewan Pengurus Cabang seluruh Indonesia.

Pelantikan serentak ini dilakukan dalam rangkaian perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.

Alun-alun Taman Fatahillah di Kota Tua ini dipilih menjadi lokasi karena merupakan tempat bersejarah, yakni peristiwa penyerangan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram terhadap VOC di kota yang dulunya bernama Batavia ini.

 

Cerita soal kepemimpinan di Jakarta

Kemudian, Pramono menyampaikan beberapa hal lain, seperti pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,59 persen.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lalu, kata dia, inflasi Jakarta di pulau Jawa juga menjadi yang paling rendah.

"Dan Jakarta sebenarnya dengan PKB wajahnya tidak berbeda. Dulu ketika saya pertama kali mengadakan Christmas Carol Kolosal di Bundaran HI, semua orang kaget, 'Pak Gub, bisa enggak?' Saya bilang harus bisa. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang untuk semua agama boleh tampil di Bundaran HI," jelas Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atap Stadion Pakansari Sempat Rusak Diterjang Angin, Kini Siap Gelar Laga Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Cek Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit, Daging Ayam hingga Minyak Naik
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Jasa Raharja bukukan laba bersih konsolidasi Rp2,3 triliun pada 2025
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Menghargai Pengorbanan Orang Tua Perwira TNI-Polri dalam Upacara Prasetya Perwira
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Lampung kembangkan klaster UMKM lewat KDKMP
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.