Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Raharja (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun pada 2025, meningkat 138,54 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp963,74 miliar.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan," kata Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara.
Sepanjang 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp8,17 triliun, meningkat dari Rp7,49 triliun pada tahun sebelumnya.
Hasil jasa asuransi melonjak menjadi Rp1,95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh menjadi Rp1,4 triliun atau meningkat sekitar 73 persen dibandingkan tahun 2024.
Adapun laba sebelum pajak juga meningkat signifikan menjadi Rp2,57 triliun.
Dari sisi fundamental, total aset konsolidasian meningkat menjadi Rp20,63 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp12,62 triliun.
Menurut perusahaan, pertumbuhan tersebut menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Pada periode yang sama, arus kas dari aktivitas operasi mencapai sekitar Rp1,74 triliun, naik hampir 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penerimaan premi meningkat menjadi Rp6,87 triliun dengan pembayaran klaim tetap terjaga secara optimal.
Adapun Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 telah disetujui dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Senin (20/7/2026).
Awaluddin menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kinerja keuangan yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sepanjang 2025, Jasa Raharja merealisasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp32,33 miliar.
Capaian ini disertai berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya tercatat mencapai target.
Hingga Juni 2026, perusahaan juga telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan.
Dari total santunan tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau 99 persen dari total santunan luka-luka.
Perusahaan mencatat bahwa kecepatan pelayanan menunjukkan hasil positif hingga Juni 2026, dengan rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia tercatat hanya 1 hari 1 jam, didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Sementara dari sisi pencegahan, perusahaan telah merealisasikan 4.366 program keselamatan transportasi sepanjang semester I 2026, meliputi edukasi keselamatan, penguatan infrastruktur, operasi bersama lintas instansi, riset wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.
Baca juga: Jasa Raharja: Integrasi data PKB tingkatkan kepatuhan wajib pajak
Baca juga: Jasa Raharja menyalurkan santunan Rp1,22 triliun hingga Mei 2026
Baca juga: Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan percepat jaminan korban kecelakaan
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan," kata Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara.
Sepanjang 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp8,17 triliun, meningkat dari Rp7,49 triliun pada tahun sebelumnya.
Hasil jasa asuransi melonjak menjadi Rp1,95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh menjadi Rp1,4 triliun atau meningkat sekitar 73 persen dibandingkan tahun 2024.
Adapun laba sebelum pajak juga meningkat signifikan menjadi Rp2,57 triliun.
Dari sisi fundamental, total aset konsolidasian meningkat menjadi Rp20,63 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp12,62 triliun.
Menurut perusahaan, pertumbuhan tersebut menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Pada periode yang sama, arus kas dari aktivitas operasi mencapai sekitar Rp1,74 triliun, naik hampir 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penerimaan premi meningkat menjadi Rp6,87 triliun dengan pembayaran klaim tetap terjaga secara optimal.
Adapun Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 telah disetujui dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Senin (20/7/2026).
Awaluddin menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kinerja keuangan yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sepanjang 2025, Jasa Raharja merealisasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp32,33 miliar.
Capaian ini disertai berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya tercatat mencapai target.
Hingga Juni 2026, perusahaan juga telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan.
Dari total santunan tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau 99 persen dari total santunan luka-luka.
Perusahaan mencatat bahwa kecepatan pelayanan menunjukkan hasil positif hingga Juni 2026, dengan rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia tercatat hanya 1 hari 1 jam, didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Sementara dari sisi pencegahan, perusahaan telah merealisasikan 4.366 program keselamatan transportasi sepanjang semester I 2026, meliputi edukasi keselamatan, penguatan infrastruktur, operasi bersama lintas instansi, riset wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.
Baca juga: Jasa Raharja: Integrasi data PKB tingkatkan kepatuhan wajib pajak
Baca juga: Jasa Raharja menyalurkan santunan Rp1,22 triliun hingga Mei 2026
Baca juga: Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan percepat jaminan korban kecelakaan





