Gaya Komunikasinya Ditegur Istana, Menteri PU: Ya Saya Ubah!

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo merespons santai sorotan Istana terhadap gaya komunikasinya yang belakangan menjadi perhatian publik.

Dody mengaku tidak mempermasalahkan evaluasi tersebut. Bahkan, ia menyatakan siap mengubah pola komunikasinya apabila memang dinilai perlu diperbaiki.

"Enggak apa-apa. Kalau itu kan review biasa saja. Mungkin begini, ya biasa saja. Kalau menurut saya, saya harus diubah ya saya ubah," kata Dody, Rabu, 22 Juli 2026.

BACA JUGA:Menteri PU Kaget Lihat Data PPATK, Pegawai Eselon IV Dominasi Kasus Judi Online

Ia mengatakan akan kembali berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengenai pola komunikasi yang dinilai lebih tepat ke depan.

"Mungkin nanti saya akan diskusi ulang dengan Pak Mensesneg seperti apa yang pantas," ujarnya.

Meski gaya komunikasinya menjadi sorotan, Dody memastikan polemik yang ramai bergulir di media sosial tidak memengaruhi kinerja Kementerian PU.

BACA JUGA:Menteri PU Bantah Batal ke AS karena Surat Perjalanan Dinas Bocor, Tak Ada Hubungannya dengan Mutasi

"So far sih enggak ada ya kayaknya ya," ucapnya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi merespons kritik publik terhadap gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang belakangan menjadi sorotan.

Prasetyo mengatakan pemerintah secara rutin melakukan evaluasi terhadap seluruh menteri, baik dari sisi kinerja maupun komunikasi kepada publik.

"Kalau berkenaan dengan evaluasi kepada seluruh kementerian maupun kepada pejabat menterinya, memang rutin terus-menerus kita lakukan evaluasi dalam artian saling berkoordinasi, saling memberikan masukan," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa, 21 Juli 2026.

BACA JUGA:Menteri PU Perkuat Whistleblowing Bongkar Dugaan Pelanggaran, Termasuk Korupsi

Ia menjelaskan mekanisme penilaian terhadap kinerja dan cara berkomunikasi memiliki parameter yang berbeda karena setiap menteri memiliki karakter yang berbeda-beda.

"Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita mengevaluasi. Tapi kalau pertanyaannya mengevaluasi dari sisi bagaimana cara berkomunikasi, apalagi yang berkenaan dengan karakter masing-masing, itu juga tentunya parameter atau indikator dan cara mengevaluasinya berbeda," ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Siapa Penggantinya?
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Ekonom Sebut Peluang Penurunan Harga Pertamax Makin Kecil
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wali Kota Surabaya Tegaskan Audit Independen KBS Berlanjut Pascaterungkapnya Kasus Korupsi
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan SMF Tembus Rp141,61 Triliun
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.