VIVA – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali melanjutkan kampanye pelestarian kebaya melalui film pendek Jalan Pulang dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional yang diperingati pada 24 Juli 2026.
Berbeda dari dua karya sebelumnya, film ini mengangkat kisah yang lebih personal dengan mengajak masyarakat melihat kebaya sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini, sekaligus menyimpan cerita tentang rumah, keluarga, dan asal-usul.
Jalan Pulang bercerita tentang Dara, seorang creative director muda yang mendapat kesempatan untuk melakukan rebranding terhadap rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati.
Namun, berbagai ide modern yang ditawarkan Dara justru ditolak. Situasi tersebut membuatnya mulai mempertanyakan kembali cara pandangnya terhadap kebaya.
- indmas/viva
Pencarian jawaban kemudian membawa Dara kembali ke rumah sang ibu. Di sana, ia menemukan tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan.
Dari kebaya-kebaya tersebut, Dara perlahan menemukan kembali kenangan, kasih sayang, dan jejak perjalanan keluarganya.
Penemuan itu kemudian mengubah perspektif Dara. Ia mulai memahami bahwa sehelai kebaya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat menyimpan kisah yang melintasi waktu.
Disutradarai oleh Bramsky, film ini menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jalan Pulang memperlihatkan bagaimana warisan budaya kerap bertahan melalui hal-hal sederhana di dalam keluarga.
Film tersebut juga mengajak penonton melihat kebaya dari sudut pandang yang lebih personal. Kebaya tidak hanya tampil sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan kenangan tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang.
Alih-alih menjelaskan sejarah kebaya secara langsung, film ini mengajak penonton menemukan maknanya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan emosional.
"Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya," ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang.





