Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di ruang publik. Tak hanya itu, Dedi juga meminta agar Satpol PP juga menangani manusia silver hingga pengamen.
Dedi menyebut kebijakan itu adalah bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. Oleh karena itu, ia meminta agar Satpol PP bergerak cepat jika menemukan ODGJ di ruang publik.
Ia ingin ODGJ tersebut segera mendapatkan penanganan. Dedi ingin mereka mendapat perawatan yang layak di rumah sakit jiwa agar kondisi kesehatannya bisa ditangani dengan baik.
"Dan kami juga sudah mengundang seluruh Kasatpol PP di seluruh Provinsi Jawa Barat, kabupaten/kota."
"Satu, setiap ada ODGJ segera diantar ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Bandung Barat untuk kami tangani, kami tidak ingin melihat di Jawa Barat ada ODGJ tanpa penanganan," ujar Dedi dikutip dari Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Rabu (22/7/2026).
Selain ODGJ, Dedi juga meminta Satpol PP membawa pengemis dan manusia silver yang ditemukan di jalan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Dedi mengaku akan memberikan solusi agar mereka tidak lagi bergantung pada aktivitas mengemis.
"Yang kedua, kalau ada pengemis juga segera dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat."
"Kami akan mencari solusi agar mereka tidak mengemis lagi. Yang ketiga, manusia silver juga sama dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat," kata Dedi.
Lebih lanjut, Dedi juga menyinggung pengamen jalanan yang asal menyanyi tanpa memiliki kemampuan bermusik. Menurutnya, pengamen yang hanya meminta uang tanpa memiliki kemampuan bernyanyi atau bermain musik yang memadai akan dibina melalui Dinas Sosial.
Meski begitu, Dedi tetap mempersilakan pengamen yang memang memiliki kemampuan seni untuk mencari nafkah dengan cara tersebut.
"Keempat, mereka yang mengamen tapi tidak punya kualitas bernyanyi dan bermusik dengan baik sekedarnya saja segera dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat."
"Kecuali yang mengamen dengan kualitas berkesenian yang memadai, bukan asal," tutur Dedi Mulyadi minta satpol PP tertibkan ODGJ, manusia silver hingga pengamen yang asal menyanyi.
"Ayo semangat untuk seluruh warga, mari kita jaga lingkungannya masing-masing. Bebaskan Jawa Barat dari begal, bebaskan Jawa Barat dari kekumuhan, bebaskan Jawa Barat dari kesemerawutan," katanya.
Dedi Mulyadi Minta Aparat Berjaga di Titik Rawan Begal
Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk melakukan pencegahan terhadap pelaku kejahatan terutama begal di wilayah Bandung.
"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi, Selasa (21/7/2026) dilansir TribunJabar.ID.
"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.
Tak cuma itu, Dedi juga meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui patroli rutin di tingkat RT dan RW, terutama di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.
"Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT, di setiap RW, di seluruh sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," katanya. (*)
Artikel Asli



