Proses konsolidasi perusahaan manajer investasi (MI) milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke PT Danareksa semakin mendekati tahap akhir.
Dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) resmi mengalihkan kepemilikan perusahaan manajer investasinya ke PT Danantara Asset Management (DAM).
BMRI mengalihkan seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) yang sebelumnya dimiliki PT Mandiri Sekuritas (Mansek) dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Bank Mandiri (Mandiri MCO) kepada DAM. Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham pada 22 Juli 2026.
"Pengalihan saham ini diharapkan dapat meningkatkan potensi sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang ada sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal bagi masyarakat," tulis manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7).
Setelah transaksi rampung, Mandiri Sekuritas tidak lagi menjadi pemegang saham MMI. Akibatnya, MMI tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Mandiri Sekuritas maupun menjadi bagian dari Grup Bank Mandiri.
Manajemen BMRI menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum maupun kelangsungan usaha perseroan.
Langkah serupa juga dilakukan Bank Negara Indonesia. Melalui anak usahanya PT BNI Sekuritas (BNIS), BBNI mengalihkan seluruh kepemilikan sebanyak 39,96 juta saham PT BNI Asset Management (BNI AM) kepada DAM.
Dengan rampungnya transaksi tersebut, BNI Asset Management tidak lagi menjadi bagian dari Grup BNI dan laporan keuangannya tidak lagi dikonsolidasikan melalui BNIS. Perseroan juga memastikan pengalihan saham tersebut tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangannya.
Pengalihan kepemilikan ini menjadi tindak lanjut pembentukan holding manajer investasi BUMN yang berada di bawah Danareksa. Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria mengatakan proses konsolidasi empat manajer investasi Himbara ditargetkan selesai pada Juni 2026, namun hingga kini proses konsolidasi ternyata masih berjalan.
Empat perusahaan yang akan dihimpun dalam holding tersebut meliputi PT Mandiri Manajemen Investasi milik Bank Mandiri, PT BRI Manajemen Investasi milik Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT BNI Asset Management milik Bank Negara Indonesia (BBNI) serta PT PNM Investment Management yang terafiliasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).
"(Konsolidasi) MI targetnya selesai bulan ini," kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (8/6).
Menurut Dony, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi Danareksa setelah seluruh anak usahanya dipindahkan ke Danantara. Dengan demikian, Danareksa tidak lagi berfungsi sebagai holding lintas sektor BUMN, melainkan kembali fokus sebagai perusahaan pengelola aset.
"Danareksa sebagai holding lintas sektor BUMN sudah tidak ada lagi. Anak-anak perusahaan sudah ditarik ke Danantara," ujar Dony pada acara Danantara Indonesia Trust pada 26 Mei lalu.
Dony memperkirakan, setelah empat manajer investasi Himbara bergabung, total dana kelolaan Danareksa akan mencapai sekitar Rp 185 triliun. Nilai tersebut berpotensi menjadikan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.
Transformasi itu juga dilakukan melalui pemisahan sejumlah bisnis noninti. Unit usaha seperti kawasan industri, konstruksi, jasa kliring dan jasa keuangan akan dialihkan ke holding sektoral masing-masing agar Danareksa dapat berfokus pada bisnis pengelolaan aset.




