77 Gempa Letusan dalam Sehari, Gunung Semeru Status Siaga

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gempa letusan/erupsi masih mendominasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, selama beberapa hari terakhir.

Pada pengamatan kegempaan periode Kamis, 23 Juli pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat Gunung Semeru mengalami 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13-22 mm, kemudian 7 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 mm.

Aktivitas kegempaan juga tercatat Gunung Semeru mengalami 1 kali harmonik dengan amplitudo 7 mm dan 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm, kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Gempa letusan juga masih mendominasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada pengamatan Rabu, 22 Juli 2026, pukul 00.00-24.00 WIB. Tercatat sebanyak 77 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm. Bahkan setiap hari jumlah gempa letusan tercatat puluhan kali.

Selama 24 jam juga terjadi 6 kali gempa guguran, 12 kali gempa embusan dan 2 kali harmonik dengan amplitudo 6-7 mm, dengan lama gempa 49-81 detik, tuturnya.

Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa pada Kamis terpantau mengalami erupsi sebanyak dua kali, yakni pada pukul 00.29 WIB dan pukul 05.48 WIB, dengan visual letusan tidak teramati.

 

Baca Juga :

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas 3,5 Kilometer

Status Siaga dan Zona Bahaya

Liswanto menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar), katanya.


Gunung Semeru erupsi disertai luncuran APG sejauh 3,5 km ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu (18/7/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, ujarnya.

Gunung Semeru merupakan gunung berapi kerucut (stratovolcano) dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini telah dalam status erupsi hampir terus-menerus sejak 1967 hingga saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKB Ajak Prabowo Ubah 108 UU: Agar Kedaulatan Ekonomi Terwujud
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kulon Progo dan Reposisi Indonesia dalam Ekonomi Hijau Global
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Status Penerima
• 49 menit lalukompas.tv
thumb
Hasil Pertemuan Polri dan FBI, Kapolri Ungkap soal Kerja Sama Penanggulangan Kejahatan Transnasional
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Beruntun di Balikpapan, Truk Rem Blong Tabrak Antrean Kendaraan
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.