Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengatakan pihaknya berupaya memutus rantai narkoba tak hanya lewat penindakan hukum. Dia mengatakan BNN juga melakukan pendekatan sosial ekonomi.

"Pada bidang pemberdayaan masyarakat, BNN juga terus bekerja untuk memutus akar sosial ekonomi yang membuat sebagian masyarakat dalam lingkaran kerawanan narkotika," kata Suyudi dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan BNN dalam program Grand Design Alternative Development (GDAD). Salah satunya mengubah mindset masyarakat untuk tak lagi menanam tumbuhan ilegal.

Suyudi mengatakan program GDAD sudah dilakukan BNN sejak dipimpin Budi Waseso (Buwas). Kegiatan tersebut masih terus dilanjutkan sebagai upaya memutus akar masalah sosial ekonomi terkait aktivitas peredaran narkotika.

Baca juga: BNN Soroti Bandar Narkoba Punya Senjata: Jangan Sampai Seperti Meksiko-Brasil

"Di wilayah rawan kultifasi ganja seperti Gayo Lues Aceh, kami melaksanakan kegiatan GDAD. Ini di jaman Pak Buwas juga, kita lanjutkan hari ini," ucapnya.

Dia mengatakan program GDAD di Sumatera sempat terhenti karena terjadi bencana banjir besar. Namun, katanya, kini masyarakat sedang membangun kembali GDAD

"Pendekatan kami tidak berhenti pada pemusnahan tanaman ganja, tetapi dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komoditas lain yang legal dan produktif," ucapnya.

Suyudi mengatakan program ini juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dia mengatakan pemberantasan yang berkelanjutan harus mampu memutus mata rantai kejahatan sekaligus menghadirkan pilihan penghidupan yang bermartabat.

Baca juga: BNN Soroti Marak Liquid Vape Kandungan Etomidate Sasar Anak Muda

"Melalui program GDAD, BNN telah berhasil mengubah mindset masyarakat dari petani ganja menjadi petani kopi yang hasilnya punya nilai ekonomis sehingga dapat menyumbang PAD bagi pemerintah setempat," ucap dia.

Dia mengatakan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak cukup hanya diukur dari berapa hektare tanaman ilegal dimusnahkan.

"Kita tidak sekadar mengedepankan pemberantasan dengan hasil, tetapi kita lebih bangga dan mersas menjadi sangat mulia apabila kita bisa mencegah dari hulunya," ucap dia.




(jbr/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco Ungkap Rapat di DPR Bareng Sejumlah Menteri Sempurnakan Perpres Ojol
• 19 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Prioritaskan Kemitraan Ekonomi ASEAN-Korea Selatan untuk Perkuat Ketahanan Kawasan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Habiburokhman Tantang Jampidsus Baru Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dampak Kebiasaan Tidur Kurang dari 6 Jam Setiap Hari
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Heboh Atlet Golf Diculik, Jesslyn Wijaya Ternyata Pergi ke Malaysia dan Thailand Bersama Keluarga
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.