Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, khususnya antrean truk kontainer.
"Iya, jadi tadi kan kita lihat (semalam) padat banget ya, dan tidak bergerak sama sekali. Ternyata salah satunya adalah di putaran ini. Semua antre di sini. Oleh karenanya kita tutup putaran ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis.
Menurut Budi, antrean kendaraan yang panjang membuat arus lalu lintas tidak bergerak. Salah satu penyebab kemacetan berada di titik putaran Cakung yang menjadi lokasi kendaraan, terutama truk kontainer yang melakukan putar arah.
Budi menyebut, pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.
Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung sekitar 200 truk kontainer.
Para pengemudi dapat beristirahat maupun menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal atau sampai waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Pramono jelaskan penyebab macet yang terjadi di Cakung-Cilincing
"Untuk para pengendara, bagi mereka yang menunggu lama di jalan, lebih baik mereka ke Terminal Tanah Merdeka. Dan itu bisa menampung 200 truk. Nah, ini kita arahkan semua agar mereka bisa ke sana. Seperti itu. Dan ini kita lihat antriannya tadi sudah mencair dan jauh, ya. Dan mereka bisa beristirahat di sana," jelas Budi.
Budi mengimbau, truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan petugas menuju putaran lain maupun ke Terminal Tanah Merdeka.
Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur mengungkapkan, kemacetan parah yang terjadi di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing dipicu akibat aktivitas bongkar muat truk di sejumlah depo.
"Betul, jadi penyebab kemacetan panjang itu akibat truk-truk bongkar muat di beberapa depo di Cakung," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Harnas Prihandito saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/7).
Banyaknya truk yang keluar masuk area depo menyebabkan kapasitas jalan berkurang sehingga arus kendaraan tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
Perlambatan arus lalu lintas di Jalan Raya Bekasi maupun Jalan Raya Cakung-Cilincing semakin terjadi, apalagi jalur tersebut merupakan jalur utama bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan logistik.
Baca juga: Sudinhub: kemacetan truk di Cakung akibat operasional depo kurang optimal
Baca juga: Warga bersurat ke Gubernur Pramono soal kemacetan Cakung-Cilincing
"Iya, jadi tadi kan kita lihat (semalam) padat banget ya, dan tidak bergerak sama sekali. Ternyata salah satunya adalah di putaran ini. Semua antre di sini. Oleh karenanya kita tutup putaran ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis.
Menurut Budi, antrean kendaraan yang panjang membuat arus lalu lintas tidak bergerak. Salah satu penyebab kemacetan berada di titik putaran Cakung yang menjadi lokasi kendaraan, terutama truk kontainer yang melakukan putar arah.
Budi menyebut, pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.
Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung sekitar 200 truk kontainer.
Para pengemudi dapat beristirahat maupun menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal atau sampai waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Pramono jelaskan penyebab macet yang terjadi di Cakung-Cilincing
"Untuk para pengendara, bagi mereka yang menunggu lama di jalan, lebih baik mereka ke Terminal Tanah Merdeka. Dan itu bisa menampung 200 truk. Nah, ini kita arahkan semua agar mereka bisa ke sana. Seperti itu. Dan ini kita lihat antriannya tadi sudah mencair dan jauh, ya. Dan mereka bisa beristirahat di sana," jelas Budi.
Budi mengimbau, truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan petugas menuju putaran lain maupun ke Terminal Tanah Merdeka.
Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur mengungkapkan, kemacetan parah yang terjadi di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing dipicu akibat aktivitas bongkar muat truk di sejumlah depo.
"Betul, jadi penyebab kemacetan panjang itu akibat truk-truk bongkar muat di beberapa depo di Cakung," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Harnas Prihandito saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/7).
Banyaknya truk yang keluar masuk area depo menyebabkan kapasitas jalan berkurang sehingga arus kendaraan tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
Perlambatan arus lalu lintas di Jalan Raya Bekasi maupun Jalan Raya Cakung-Cilincing semakin terjadi, apalagi jalur tersebut merupakan jalur utama bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan logistik.
Baca juga: Sudinhub: kemacetan truk di Cakung akibat operasional depo kurang optimal
Baca juga: Warga bersurat ke Gubernur Pramono soal kemacetan Cakung-Cilincing





