Hari Anak Nasional 2026: Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi pengingat pentingnya memberikan ruang yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak Indonesia.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa keluarga memegang peran utama dalam menjaga kesehatan mental anak.

Baca Juga :

Hari Anak Nasional 2026, Menteri PPPA Ajak Anak Indonesia Jadi Generasi Emas 2045

Dalam wawancara eksklusif bersama Metrotvnews.com, Arifah mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian serius karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari tekanan akademik hingga paparan dunia digital.

Menurut Arifah, persoalan tersebut juga diperkuat oleh temuan hasil pemeriksaan kesehatan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

Pak Menkes menyampaikan bahwa hasil dari cek kesehatan gratis, 10 persen masyarakat Indonesia dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan mental. Sehingga ini memang menarik untuk dikaji lebih jauh, ujar Arifah. Banyak Faktor Memengaruhi Kesehatan Mental Anak Arifah menjelaskan, kesehatan mental anak tidak muncul sebagai persoalan tunggal. Berbagai perubahan sosial dan perkembangan teknologi turut memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis anak.

Ia menyebut tekanan akademik, perubahan pola interaksi sosial, paparan konten digital, hingga perundungan (bullying) menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental.

Kesehatan mental ini tidak berdiri sendiri. Penyebabnya bisa karena tekanan akademik, perubahan pola interaksi sosial, paparan konten digital, hubungan antarteman, ada bullying, dan sebagainya, kata Arifah.

Baca Juga :

Pramono Tegaskan Komitmen Jadikan Jakarta Kota Ramah Anak
Peran Keluarga Sangat Krusial Menghadapi tantangan tersebut, Arifah menilai keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan ketahanan mental anak. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab bersama dalam proses pengasuhan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kuatnya nilai agama, moral, etika, dan budi pekerti yang ditanamkan sejak dini.

Ilmu boleh, tetapi orang berilmu tidak punya akhlak, tidak punya budi pekerti, jadi nol. Karena budi pekerti itu di atasnya ilmu, tegas Arifah.

Arifah juga mengingatkan bahwa pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif ayah dan ibu secara bersama-sama.

Yang mengasuh anak ini adalah tugas orang tua. Harus ada ketersalingan antara ayah dan ibu, ujar Arifah. Dorong Gerakan Nasional Ruang Aman Anak Selain memperkuat peran keluarga, pemerintah juga terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi anak melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Arifah mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menginisiasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak sebagai upaya menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Baca Juga :

Pemprov DKI Jadikan Hari Anak Nasional Pengingat Pemenuhan Hak
Gerakan tersebut berfokus pada empat ruang utama yang harus memberikan rasa aman bagi anak, yakni lingkungan keluarga, satuan pendidikan, lingkungan sosial dan ruang publik, serta ruang digital.

Anak-anak kita harus aman di ruang keluarga, di ranah pendidikan, di lingkungan sosial dan ruang publik, serta di dunia digital, katanya.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, pemerintah berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik maupun mental, sekaligus siap menghadapi tantangan menuju target Indonesia Emas 2045.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Registrasi Biometrik Tembus 10 Juta Pelanggan, Komdigi Targetkan Segini di Bulan Agustus
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
10 Provinsi dengan Produksi Jagung Terbesar, Jawa vs Indonesia Timur
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hotman Paris Tak Lagi Dampingi Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pemulihan Kesehatan
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Mahfud MD Sebut Kasus Febrie Adriansyah Seharusnya Ditangani KPK, Soroti Potensi Konflik Kepentingan
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.