Destinasi Scuba Diving The Great Barrier Reef Terancam Mengalami Pemutihan Massal Terumbu Karang

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Terumbu karang keras di kawasan terkenal itu menurun secara signifikan pada 2024-2025, berkat suhu air di atas rata-rata.

Destinasi Scuba Diving The Great Barrier Reef Terancam Mengalami Pemutihan Massal Terumbu Karang. (Foto: Great Barrier Reef)

IDXChannel—Salah satu destinasi wisata bahari terkenal di dunia, Great Barrier Reef (Australia), tengah menghadapi ancaman serius, yakni perluasan ‘bleaching’ dan keruntuhan ekosistem. 

Melansir CNA (23/7/2026), ancaman ekosistem ini berkaitan dengan fenomena iklim El Niño tahun ini. ‘Bleaching’ atau ‘pemutihan’ adalah respons yang dilakukan oleh terumbu karang ketika menghadapi kondisi stres. 

Baca Juga:
5 Destinasi Wisata Padalarang yang Lagi Hits, Bisa Naik KCIC, Cocok untuk Libur Lebaran

Dalam kondisi bertekanan tinggi, terumbu karang mengeluarkan alga berwarna-warni yang hidup dalam jaringannya, sehingga membuat terumbu karang berubah warna menjadi putih bersih atau bahkan transparan. 

The Great Barrier Reef merupakan salah satu spot scuba diving dan snorkeling terkenal di dunia. Wilayah ini juga dikenal sebagai struktur kehidupan laut terbesar di dunia. Bentangan terumbu karang di perairan ini mencapai 2.300 km sepanjang Queensland. 

Baca Juga:
Healing Sambil Liburan, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Wellness di Australia Barat

Ekologis Konservasi Kelautan Universitas James Cook, Morgan Pratchett, mengatakan bahwa El Niño ekstrem dapat menjadi masalah signifikan bagi Great Barrier Reef. Sebelumnya, PBB juga sempat mengungkapkan kekhawatiran soal potensi pemutihan massal pada terumbu karang di lautan dunia. 

“Bukan tidak mungkin kalau gangguan (iklim) berikutnya akan membuat spesies lokal musnah dan memperluas keruntuhan ekosistem,” kata Pratchett. 

Baca Juga:
Hong Kong Kantongi Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Kategori Non-OKI

Seperti diketahui, gelombang panas saat El Niño terjadi tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada lingkungan, baik di darat (potensi kebakaran hutan dan lahan) maupun di lautan (pemutihan terumbu karang). 

Pratchett mengatakan bahwa sangat mungkin terjadi pemutihan terumbu karang berskala besar di The Great Barrier Reef. Apalagi, tahun ini kekuatan El Niño diprediksikan bakal pecah rekor. 

UNESCO pun telah memantau kondisi terumbu karang di The Great Barrier Reef sejak 2021 saat kawasan tersebut hampir diputuskan berstatus ‘dalam bahaya’ pada daftar Keajaiban Dunia. 

Terumbu karang keras di kawasan terkenal itu menurun secara signifikan pada 2024-2025, berkat suhu air di atas rata-rata yang mengakibatkan terumbu karang di perairan itu mengalami pemutihan massal untuk keenam kalinya sejak 2016. 

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pasutri di Tanjung Balai Jadi Amukan Warga | KOMPAS PETANG
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
FGD MPR Bahas Risalah Perubahan UUD NRI 1945 sebagai Rujukan Konstitusi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Ketika Guru Lelah: Menjinakkan Kejenuhan di Tengah Tugas Mulia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
B50 Resmi Meluncur, Pertamina Patra Niaga Lakukan Lifting Perdana dari Dua Kilang
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Telkom Kukuhkan Duta Anti-Bullying, Siswa Manfaatkan AI untuk Ciptakan Sekolah Aman
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.