Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 25% Jadi Rp 28,5 T, Ditopang Kredit dan DPK

katadata.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp 28,5 triliun pada semester pertama 2026. Jumlah tersebut melonjak 25% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 22,8 triliun.

Lonjakan laba tersebut ditopang pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang melampaui rata-rata industri. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Bank Mandiri menyalurkan kredit senilai Rp 1.591 triliun atau tumbuh 19,9% secara tahunan atau year on year (YoY). Pertumbuhan itu hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan secara nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, ekspansi kredit perseroan difokuskan untuk mendorong aktivitas ekonomi riil, terutama pada sektor-sektor produktif dan padat karya.

“Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM Bank Mandiri yang mencapai 5,48% secara year on year. Dengan kata lain, pertumbuhan UMKM Bank Mandiri tersebut sekitar 9 kali lebih cepat dari pertumbuhan di industri,” kata Riduan dalam paparan kinerja keuangan kuartal II 2026 secara virtual, Kamis (23/7).

Dari sisi pendanaan, DPK Bank Mandiri tumbuh 17,1% secara tahunan, naik menjadi Rp 1.710 triliun dari Rp 1.459 triliun pada semester I 2025. Menurut Riduan, pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga sekaligus mendukung kondisi likuiditas perseroan.

Total aset konsolidasi BMRI juga naik 19,1% menjadi Rp 2.349 triliun dari posisi tahun lalu sebesar Rp 1.972,6 triliun. Pertumbuhan itu diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah, yakni 0,98%.

Di sisi lain, profitabilitas perseroan juga tetap solid. BMRI mencatatkan return on equity (RoE) sebesar 24,3% dan return on assets (R0A) sebesar 3,10%. 

Riduan mengatakan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri ditopang oleh pembiayaan di tiga ekosistem utama. Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit tumbuh 41,6% secara tahunan. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung proyek strategis nasional, sektor energi, ketahanan pangan, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, kredit kepada ekosistem bisnis penopang ekonomi meningkat 17,7% secara tahunan. Segmen ini mencakup pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan besar untuk memperkuat investasi, daya saing, dan penciptaan lapangan kerja.

Adapun pada segmen UMKM, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit mikro dan kecil sebesar 15,7% secara tahunan. Menurut Riduan, pembiayaan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Dia menjelaskan, di tengah pertumbuhan kredit yang tinggi, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan agar kualitas aset tetap terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koperasi Panji Bangsa Resmi Diluncurkan, Faisol Riza: Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Ramalan Zodiak 24 Juli 2026: Scorpio Paling Hoki, Aquarius Sadari Peluang
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Hotman Paris Buka-bukaan soal Isu Tunggak Pajak hingga Kenal Febrie Ardiansyah
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Usut Emas 74 Kg eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU
• 15 jam laludisway.id
thumb
Bukan Sekadar Operasi: Perjuangan Emosional di Balik Setiap Senyum Anak Sumbing
• 19 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.