Tangani Konflik Papua, Kedepankan Dialog hingga Kebijakan Berbasis Data

okezone.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Konflik di Papua semakin meluas meluas belakangan ini. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus melakukan aksi teror yang menyebakan banyak masyarakat menjadi korban.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Rasminto, mengatakan, Papua merupakan miniatur kompleksitas pembangunan nasional. Tantangan yang dihadapi juga berkaitan dengan kondisi geografis, keragaman budaya, kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga dinamika keamanan di sejumlah wilayah.

“Keberhasilan pembangunan Papua tidak ditentukan oleh kuatnya perdebatan politik, ujarnya dalam Diskusi Publik bertajuk "Papua dalam Problematika Pembangunan Nasional" yang diselenggarakan Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Graha MPSI, Jakarta, dikutip Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :
Tragis! 3 Warga Tewas Ditembak KKB di Yahukimo, 2 Korban Perempuan

“Melainkan kemampuan menghadirkan kebijakan yang berbasis data, sensitif terhadap karakteristik masyarakat, serta konsisten mengawal implementasi pembangunan di lapangan,”lanjutnya.

Papua kata dia, tidak bisa dibaca dengan satu kacamata. Persoalannya multidimensi sehingga penyelesaiannya juga harus komprehensif.

“Ketika kita hanya melihat dari satu sisi, maka kebijakan yang lahir berpotensi tidak menyentuh akar persoalan," kata Rasminto.

Baca Juga :
Anggota Satgas Damai Cartenz Brigadir Fredi Gugur Diduga Dianiaya KKB di Yahukimo 

Dia mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus menempatkan Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional melalui pembangunan infrastruktur, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Arah kebijakan tersebut sudah berada pada jalur yang tepat karena berorientasi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia", katanya.

Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh kebijakan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :
Cegah Teror KKB, Satgas Perkuat Pengamanan Objek Vital di Sugapa Papua

"Besarnya dana pembangunan, termasuk dana Otonomi Khusus, harus diukur dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat. Jika tata kelola, pengawasan, dan implementasinya belum optimal, maka besarnya anggaran tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan," ujarnya.

Menurut Rasminto, karakteristik Papua yang memiliki ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, dan wilayah adat menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif. Kebijakan yang berhasil di satu daerah belum tentu efektif diterapkan di daerah lain.

"Pendekatan pembangunan di wilayah pesisir tentu berbeda dengan wilayah pegunungan atau pedalaman. Pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang berbasis kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan riil masyarakat agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga diterima secara sosial," katanya.

Baca Juga :
Jenderal Tempur Kopassus Pimpin Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar KKB

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Koordinator BEM SI Dukung Prabowo Tuntaskan Kasus Eks Jampidsus
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Dugaan Monopoli TikTok Shop Bakal Disidangkan, APLE Sebut Potensi Kerugian Rp1.750 Triliun
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cak Imin: Tujuan Kita Bernegara Tak Lain Kembalikan Hak Ekonomi Rakyat
• 7 jam laludetik.com
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 23 Juli Tersedia di 5 Titik, Cek Jadwalnya
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Potret Chaos Demo Resor Menantu Trump, Polisi dan Massa Adu Jotos
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.