"Seperti kemarin, memang agak tricky juga di lapangan. Saya maupun lawan sama-sama merasakan, jadi harus punya strategi yang tepat dan berani menggunakannya," ujar Jonatan.
Jojo menceritakan bahwa pada gim pertama, ia sengaja melakukan beberapa eksperimen pukulan untuk menguji kondisi angin. Namun, percobaan tersebut justru membuat shuttlecock sering keluar lapangan. Dari situ, ia langsung menyusun strategi matang untuk mengubah pola permainan. Baca juga: China Open 2026: Semangat Pantang Menyerah Rachel/Febi Hasilkan Tiket 8 Besar "Di game pertama coba beberapa kali melihat kondisi dan tes beberapa kali, ternyata banyak yang keluar bolanya. Jadi langsung memutuskan, kalau sampai ke gim ketiga, harus lebih agresif di awal. Puji Tuhan berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval," tambahnya. Sikap Lebih Dewasa dan Ingin Menikmati Permainan Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Jojo setelah hasil kurang maksimal di beberapa turnamen sebelumnya, termasuk Indonesia Open. Ia mengungkapkan bahwa target utamanya saat ini adalah memulihkan kepercayaan diri dan menikmati setiap detik permainan di lapangan.
"Ekspektasinya ingin menikmati main saja sih. Membalikkan permainan yang kemarin di Indonesia Open dan sebelumnya. Lebih enjoy, lebih dewasa lagi dalam penggunaan pukulan, dan lebih berani lagi," tutur Jojo dengan optimistis.
Meski merasa permainannya belum sempurna 100%, Jojo bersyukur ada progres positif yang ia rasakan secara bertahap.
"Mungkin belum sampai ke titik yang diinginkan, tapi sedikit demi sedikit meningkat," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





