Tolak Pajak JHT, Aliansi Buruh Jateng: JHT Bukan untuk Foya-Foya Tapi untuk Hidup Setelah Pensiun

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mulyono, mendesak pemerintah agar menghapuskan pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT). Dia menekankan, sebagian besar buruh tak menggunakan JHT untuk berfoya-foya, tapi menyambung hidup setelah tak lagi bekerja di perusahaannya. 

"Pemerintah harus introspeksi diri, jangan pajak itu dikenakan kepada masyarakat miskin, terutama buruh. Karena ini akan merugikan bagi kita semua, berat kita," kata Mulyono ketika diwawancara soal pengenaan pajak pada JHT di sela-sela partisipasinya dalam unjuk rasa bersama massa Jateng Guyub di depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga
  • Ini Tiga Usulan Soal Polemik Pajak Pencairan JHT untuk Purbaya sebagai Bahan Pertimbangan
  • Said Iqbal Protes ke Menkeu Purbaya Soal Aturan Pajak Pencairan JHT, Minta Dinolkan
  • Cerita Pekerja Kena Pajak Seharga Mobil Sigra saat Cairkan JHT
Dia menambahkan, JHT adalah dana yang dikumpulkan dari upah pekerja setiap bulannya. "JHT itu bukan serta-merta kita buat untuk senang-senang. JHT itu untuk kehidupan yang akan datang," ujarnya. 

Menurutnya, pengenaan pajak pada JHT perlu ditinjau ulang. Mulyono berpendapat, pemerintah seharusnya menempatkan fokusnya untuk mengejar pajak kalangan kaya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Kalau kami meminta, kaum buruh ini dinolkan pajaknya. Bukan hanya JHT. Ketika misalkan kami mendapatkan pesangon, itu dari perusahaan-perusahaan sudah memotong pajak juga. Nah apa yang berkenaan dengan buruh ini seharusnya dihapus semua, tidak hanya JHT, tapi pemotongan di pesangon, termasuk upah, itu seharusnya dihilangkan," ucap Mulyono. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amanda Manopo Siap Laporkan Eks Karyawan, sang Aktris Tutup Pintu Damai: Capek Jadi Orang Baik
• 13 jam lalugrid.id
thumb
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bantu Anak-Anak Kurang Mampu di Bogor
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Habiburokhman Dukung Kuntadi jadi Jampidsus, Harap Tuntaskan Kasus Febrie
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru soal Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Febrie
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel Favorit 
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.