Adu cepat di dinding panjat berlangsung sangat ketat. Haddan menuntaskan pemanjatan dengan catatan waktu 6,21 detik. Namun, Yanze Shi berhasil mengamankan medali emas setelah unggul tipis dengan torehan waktu 6,07 detik.
Sementara itu, medali perunggu berhasil diraih oleh atlet asal Swiss, Gilles Meili, yang mencatatkan waktu 4,90 detik usai mengalahkan Ruifeng Wang (Tiongkok) yang terjatuh di perebutan tempat ketiga. Potensi Besar Haddan Menanggapi pencapaian anak asuhnya, Amri, Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia yang turut mendampingi para atlet di Italia, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras Haddan di lapangan. Baca juga: Bawa Pulang Emas World Climbing Series, Desak Made dan Veddriq Leonardo Disambut Hangat "Ia sudah berusaha maksimal. Dan, masih cukup waktu bagi kami tim pelatih untuk terus menggembleng dan memoles kemampuannya," ujar Amri penuh optimisme.
Menurut tim pelatih, Haddan memiliki potensi luar biasa yang masih bisa terus diasah untuk kompetisi-kompetisi internasional mendatang. Langkah FPTI Mencetak Generasi Emas Panjat Tebing Pada kejuaraan dunia kelompok umur yang berlangsung pada 18–25 Juli 2026 ini, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengutus dua wakil muda terbaiknya Haddan di sektor Speed U19 Putra dan Ardana Cikal Damarwulan di sektor Lead U17 Putra dan Boulder U17 Putra.
Langkah FPTI mengirimkan para pemanjat muda ke kejuaraan skala global ini merupakan investasi jangka panjang. Selain untuk mengejar prestasi, jam terbang di tingkat internasional sangat krusial untuk mengasah mental bertanding, memperbanyak pengalaman, dan memperkuat fisik para atlet muda.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





