Wall Street Kembali Anjlok, Nasdaq Rontok 2,15%

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Kamis (23/7). Pelemahan dipicu lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Di saat yang sama, investor mencermati laporan keuangan dua raksasa teknologi, Alphabet dan Tesla yang memicu aksi jual di sektor teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 506,93 poin atau 0,97% ke level 51.711,65. Indeks S&P 500 terkoreksi 1,21% menjadi 7.408,30, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 2,15% ke posisi 25.137,69.

Tekanan pada Nasdaq terjadi karena anjloknya saham Alphabet hingga 7% dan Tesla sebesar 14% setelah keduanya merilis laporan kinerja kuartalan. Kinerja Alphabet memberikan kekhawatiran investor terhadap lonjakan belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan (AI).

Selain itu, harga minyak melonjak setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Insiden tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan semakin meluas.

Kenaikan harga minyak berlanjut setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Amerika Serikat akan membombardir dan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik di Iran apabila negara tersebut kembali menyerang kapal di Selat Hormuz dengan rudal, roket, drone, atau senjata lainnya.

Pada hari yang sama, Axios melaporkan Trump mengatakan sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Menurutnya, serangan tersebut akan menjadi yang terbesar sejauh ini. 

"Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah sepenuhnya siap," tulis Trump dalam Trump Social dikutip dari CNBC pada Jumat (24/7). Meski demikian, Trump belum mengungkapkan kapan keputusan tersebut akan diumumkan.

Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak Brent melonjak 7% dan ditutup di level US$ 100,69 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6% menjadi US$ 92,19 per barel. Keduanya diperdagangkan di level tertinggi sejak sebelum AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang pada bulan lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Anak Nasional 2026 di Kota Kediri Gaungkan Stop Perundungan dan Pemenuhan Hak Anak
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
Polisi Luruskan Status Hukum TikToker Mondy Tatto: Tersangka Pengeroyokan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kementerian Perindustrian Formulasikan Kredit Hijau untuk Industri Kecil Menengah
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Begini Pesan Mbak Wali pada Pengurus Baru Yayasan Kanker Indonesia Kota Kediri
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Canda Prabowo saat Ungkit 3 Pemimpin Kancil: Kalau Ngumpul Repot Kita!
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.