Rentan Profit Taking, IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah (netral dengan bias negatif) pada perdagangan Jumat (24/7).

Rangkaian sentimen global mulai dari eskalasi geopolitik hingga lonjakan harga minyak dunia diperkirakan masih menekan pergerakan indeks.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,30 persen ke level 6.315 yang disertai peningkatan tekanan jual. Aksi lepas saham oleh investor asing (net foreign sell) juga tercatat mencapai Rp 712,21 miliar.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG mengalami overheat pada area MA60 resistance akibat dorongan aksi ambil untung (profit taking).

“Pergerakan IHSG ditutup persis pada MA60 dan membentuk pola bearish pin bar. Indikator Stochastics K-D menunjukkan sinyal negatif serta RSI mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought),” ungkap Nafan dalam catatannya, Jumat (24/7).

Mirae Asset Sekuritas mematok level support IHSG hari ini berada di 6.261 & 6.137, sementara level resistance berada pada rentang 6.416 & 6.546.

Secara terpisah, MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dengan perkiraan area koreksi di kisaran 6.146–6.219.

Kendati demikian, indeks dinilai masih menyimpan peluang menguat untuk menguji rentang 6.470–6.667 sekaligus menutup area gap. MNC Sekuritas menetapkan support di level 6.226 & 6.111 serta resistance di 6.599 & 6.705.

Dari mancanegara, ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor risiko utama yang menekan pasar.

Melambungnya harga minyak mentah Brent hingga melampaui USD 100 per barel memicu kekhawatiran kembalinya lonjakan inflasi. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama (higher for longer), yang berdampak pada penguatan imbal hasil (yield) obligasi AS serta menahan laju nilai tukar rupiah ke posisi Rp 17.936 per dolar AS.

Meski demikian, tekanan jual di pasar domestik diperkirakan cenderung terbatas. Langkah Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen dinilai mampu memberikan kepastian moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Selain itu, maraknya aksi value unlocking pada saham-saham konglomerasi serta momentum antisipasi rilis kinerja keuangan Semester I-2026 turut menjaga rotasi likuiditas pasar tetap aktif.

Para analis merekomendasikan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin, memprioritaskan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid dengan valusi atraktif, serta mencermati emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah tren (reversal).

Adapun beberapa saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini antara lain BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk), BRPT (PT Barito Pacific Tbk), EMAS (PT Merdeka Advance Materials Tbk), serta EXCL (PT XL Axiata Tbk).

-

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksepsi Diterima, Dokter Tifa Klaim Kantongi Bukti Baru Ijazah Jokowi
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Mendikti Saintek Sebut URI Tidak Bawahi Seluruh Kampus
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Persilakan Satpam Buat Laporan soal Sopir Alphard Penerobos Lampu Merah
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kelebihan Introvert di Dunia Kerja yang Bisa Jadi Nilai Plus di Karier
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Prabowo Terharu Kebijakan Ekonominya Didukung Penuh
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.