Butuh Tiga Tahun Bangun PFII di Bali, Danantara Siapkan Masa Transisi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Minat investor global terhadap penjelmaan pusat keuangan di Indonesia sejatinya sangat tinggi.

Butuh Tiga Tahun Bangun PFII di Bali, Danantara Siapkan Masa Transisi

IDXChannel - Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali membutuhkan waktu persiapan sekitar tiga tahun. Atas dasar itu, Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan masa transisi akan dijalankan terlebih dahulu dengan menempatkan operasional awal PFII di Jakarta.

"Bapak Presiden minta instruksi segera ditindaklanjuti dan memang rencananya akan dibuat di Bali. Tapi kan perlu ada persiapan selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi satu financial center yang bertaraf internasional," kata CEO Danantara Rosan Roeslani, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:
Airlangga Tegaskan PFII Tidak Dibentuk untuk Tempat Cuci Uang atau Dana Ilegal

Rosan membeberkan, minat investor global terhadap penjelmaan pusat keuangan di Indonesia sejatinya sangat tinggi. Dalam kunjungan kerjanya ke Bali beberapa hari lalu, ia sempat menggelar pertemuan dengan 11 investor internasional termasuk pengelola family office, yang memberikan respons sangat positif terhadap rencana pembentukan kawasan finansial tersebut.

Untuk mengisi jeda waktu persiapan fasilitas bertaraf internasional di Bali, Danantara memutuskan untuk mengoperasikan hub keuangan tersebut di Jakarta terlebih dahulu. Langkah transisi ini dinilai krusial agar operasional kawasan dan daya pikat investasi dapat langsung berjalan tanpa harus menunggu pembangunan fisik di Bali rampung sepenuhnya.

Baca Juga:
Prabowo Ingin Percepat Pembangunan PFII Agar RI Jadi Destinasi Investasi Dunia

"Nah, dalam 2-3 tahun ke depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan di Jakarta dan Bali. Persiapan ini termasuk penunjukan nanti oleh Bapak Presiden untuk istilahnya gubernurnya, pengelola kawasan, dan yang lainnya," kata Rosan.

Baca Juga:
Lokasi Pembangunan PFII Belum Final, Purbaya: Yang Nentuin Aslinya Menteri Keuangan

Selama periode transisi berlangsung, pemerintah juga merampungkan payung tata kelola, aturan kelembagaan, hingga struktur kepemimpinan kawasan. Kesiapan infrastruktur pendukung di ibu kota menjadi alasan utama pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal penopang pusat keuangan berskala global ini. 

Penggunaan aset terintegrasi berupa gedung baru milik BUMN dinilai dapat memangkas waktu pengerjaan sehingga penataan kawasan finansial bisa segera dieksekusi.

Baca Juga:
Airlangga Ungkap PFII Bakal Bermarkas di Jakarta dan Bali, Pakai Lahan Milik Danantara

"Kalau Jakarta kita akan menggunakan salah satu gedung kita, kebetulan Gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga, dan itu rencananya akan kita pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta dulu," kata Rosan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sepeda Motor Pakai Ban Gundul Kena Tilang Rp 250 Ribu
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Eskalasi Geopolitik dan Isu Efisiensi APBN Tekan Rupiah ke Rp17.936
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Google Gelontorkan Hibah USD 1,5 Juta untuk Dukung Indonesia Open Network
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Aktor Korea Hwang In Youp akan Kembali Menggelar Fan Meeting di Indonesia
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Melihat Kondisi Kebun Binatang Surabaya Usai Dirut Korupsi Anggaran Rp 10,2 M
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.