Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau PATMI sebesar Rp30,41 triliun sepanjang semester I-2026.
Realisasi tersebut tumbuh 24,36% dibandingkan laba kumulatif semester I-2025 sebesar Rp24,46 triliun. Angka ini berbeda dari laba Q2-2026 sebesar Rp15,03 triliun karena mencakup akumulasi kinerja sejak Januari hingga Juni 2026.
Angka laba dalam tabel bersifat kumulatif tahun berjalan. Q1 mencakup kinerja Januari-Maret, Q2 Januari-Juni, Q3 Januari-September, sedangkan Q4 mencakup satu tahun penuh. Karena perhitungannya kembali dimulai dari nol setiap awal tahun, penurunan nominal dari Q4 menuju Q1 bukan berarti laba Mandiri mengalami kontraksi.
Pertumbuhan laba pada semester I-2026 ditopang pendapatan nonbunga yang naik 14,9% menjadi Rp22,78 triliun. Pendapatan bunga bersih juga meningkat 8,05% menjadi Rp47,84 triliun.
Di saat bersamaan, beban operasional turun 1,42% menjadi Rp26,93 triliun. Kondisi ini mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP naik 19,9% menjadi Rp44,18 triliun.
Beban pencadangan turut turun 12,5% menjadi Rp5,12 triliun. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan penurunan pencadangan akhirnya mengangkat laba bersih Mandiri sebesar 24,36%.
Laporan konsolidasian 2026 tidak lagi memasukkan BSI sebagai entitas anak. Untuk menjaga kesetaraan perbandingan, angka semester I-2025 dalam presentasi terbaru telah disajikan secara proforma tanpa konsolidasi BSI.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(gls/gls) Add as a preferredsource on Google




