Grid.ID - Alasan pindah rumah Sarwendah baru-baru ini terungkap. Dirinya mengaku mendapat teror dari debt collector. Namun, pihak Ruben Onsu justru menantang mantan istri untuk membuktikan hal itu.
Ya, Sarwendah belum lama ini mengungkap alasan pindah rumah. Dirinya mengatakan beberapa poin yang akhirnya membuat dirinya mantap angkat kaki dari istana megah Ruben Onsu.
Dikutip dari Grid.ID pada Jumat (24/7/2026), Sarwendah mengungkap bahwa dirinya mendapatkan teror di rumah tersebut. Abraham Simon, kuasa hukumnya mengungkap bahwa situasi di rumah tersebut sudah tidak aman lagi.
Pasalnya, sang klien mendapatkan teror dari beberapa orang di rumah tersebut. Sehingga membuatnya tidak nyaman.
Dirinya mengatakan bahwa hal ini tidak baik dan tidak aman untuk anak-anak Sarwendah. Sebelumnya, eks anggota Cherrybelle ini mengungkap bahwa ada debt collector yang datang ke rumah.
Mereka menagih angsuran rumah yang seharusnya dibayarkan oleh Ruben Onsu. Hal ini yang menjadi awal mulai pertikaian mereka menyeruak ke publik.
"Situasi sudah tidak aman lagi bagi anak-anak," ujarnya.
"Ada oknum diduga debt collector datang malam-malam mencari orang yang tidak ada di situ. Itulah kenapa klien kami memutuskan pindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak," lanjutnya.
Sarwendah sendiri mengaku ingin hidupnya lebih damai. Ia berharap kepindahannya dapat membuat kehidupan anak-anaknya lebih tenteram.
"Mau hidupnya lebih tenang, lebih damai," kata Sarwendah.
"Anak-anak juga lebih tenang, lebih damai di sana. Semoga bisa menjadi berkat yang baru lagi," tambahnya.
Alasan pindah rumah Sarwendah itu rupanya didengar oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Dikutip dari TribunSeleb pada Jumat (24/7/2026), Minola Sebayang tegas membantah bahwa ada debt collector yang datang ke rumah Ruben Onsu.
Dirinya bahkan menantang pihak Sarwendah untuk membuktikan hal tersebut. Ia juga meminta ibu 2 orang anak itu untuk membuktikan apa yang telah dikatakannya terkait adanya debt collector tersebut.
"Kita boleh ngomong apa saja karena seperti lagu mengatakan memang lidah tak bertulang, gampang ngomong apa saja," ujarnya.
"Tapi kalau memang ada calling satu sampai calling lima, mana buktinya? Tunjukkan dong," jelasnya.
Minola Sebayang juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan bank mengenai proses kredit tersebut. Pihak bank sendiri menjelaskan bahwa rumah tersebut belum akan dilelang.
"Setelah kami berkomunikasi dengan pihak bank, menanyakan sampai mana tahap proses kreditnya Ruben Onsu, jawaban dari pihak bank adalah masih dalam proses penyelesaian," jelasnya.
"Jadi, belum ada itu yang namanya lelang," sambungnya.
Bahkan, Minola mengungkap bahwa pihak bank merasa kebingungan terkait kabar yang beredar. Pasalnya, saat ini proses kredit rumah Ruben Onsu masih dalam tahap penyelesaian.
"Mereka (bank) juga heran karena memang merasa tidak pernah mengirim," kata Minola.
Kuasa hukum Ruben Onsu itu juga menjelaskan bahwa pihak bank tidak akan langsung mengirim debt collector ke rumah. Melainkan ada tahapan lain yang akan ditempuh terlebih dahulu.
"Mekanisme bank itu kalau agunan mau dilelang ada berita acaranya, ada surat pemberitahuan, ada pengumuman di koran, bukan kirim orang 15 orang hilir mudik di rumah orang," jelasnya lagi. (*)
Artikel Asli




