Jakarta: Pemerintah membuka peluang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, apabila tren harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan. Namun, keputusan tersebut masih menunggu perkembangan harga minyak global yang dinilai masih berfluktuasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menggelar rapat bersama Pertamina dan badan usaha swasta penyedia BBM untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga.
"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha, dari Pertamina maupun beberapa perusahaan lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," kata Bahlil dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat 24 Juli 2026.
Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena harga minyak mentah dunia masih bergerak naik turun dalam waktu singkat. Pemerintah juga tengah menyusun formulasi agar penyesuaian harga tetap adil bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi sekaligus tidak membebani pelaku usaha di sektor migas.
Baca Juga :
Daftar Lengkap Harga BBM Nonsubsidi Hari IniDi sisi lain, harga minyak dunia justru mencatat lonjakan dalam sepekan terakhir. Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah serta ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperluas operasi militer terhadap Iran.
Akibat kondisi tersebut, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas 92 dolar AS per barel dengan kenaikan sekitar 12 persen dalam sepekan. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup di atas 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.




