JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021 Said Aqil Siradj santer diusulkan ulama sebagai calon Rais Aam dalam Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Fairmont, Kamis (23/7/2026) sore.
"Di forum nama Kiai Said menggema sebagai calon Rais Aam" kata Wakil Sekretaris Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Dorongan Pembenahan Kepempimpinan PBNU Jelang Muktamar di Jombang
Tidak hanya itu, di forum tersebut para ulama juga menyampaikan sejumlah nama yang dinilai layak pimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, antara lain Marzuki Mustamar, Muhammad Yusuf Chudlori, Abdussalam, Abdul Ghaffar Rozien, dan Imam Jazuli.
"Untuk ketua PBNU banyak nama: Marzuki Mustamar, Gus Yusuf, Gus Salam, Gus Rozien dan Imam Jazuli," ujarnya.
Baca juga: Ijtima Ulama PKB Dorong Muktamar PBNU Bersih dari Praktik Transaksional
Sebelumnya Ijtima Ulama menyoroti sejumlah isu strategis. Salah satunya isu mengenai penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Dalam rekomendasinya, dijelaskan bahwa menurunnya pamor pesantren beriringan dengan merosotnya citra luhur organisasi Nahdlatul Ulama, khususnya yang terjadi di pusat.
"Ijtima Ulama menilai, bahwa Nahdlatul Ulama dewasa ini menghadapi krisis kepemimpinan yang akut, baik pada jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, sehingga persoalan demi persoalan terus terjadi," bunyi rekomendasi ijtima ulama yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Ijtima Ulama Suarakan Pembenahan dan Perubahan Kepemimpinan PBNU
Ulama juga menilai PBNU periode 2021-2026 ini telah mengelola Jam'iyah secara tidak profesional, mencederai amanah muktamar, dan bahkan bertolak belakang dengan ruh dan spirit Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Melihat persoalan tersebut, maka Ijtima Ulama menyuarakan adanya pembenahan kepemimpinan di tubuh PBNU.
"Muktamar NU harus didorong menjadi momentum strategis bagi awal terjadinya perubahan revolusioner di dalam tubuh NU, baik menyangkut mindset dan paradigma ber-NU, serta reorientasi tujuan organisasi NU, serta perubahan kepemimpinan di PBNU," bunyi rekomendasi tersebut.
Tak Akan MajuSebelumnya Said Aqil Siradj memastikan, tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum (Ketum) maupun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat Muktamar ke-35 NU.
Ketum PBNU periode 2010-2021 tersebut membantah ketika ditanya perihal kemungkinannya untuk kembali maju pada Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus 2026 itu.
"Saya enggak akan maju, iya, sudah tua, sudah tua saya sudah tua. 73 umur saya. Jadi, 73 (tahun) tinggal gantian lah regenerasi yang lebih cerdas," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Siapa Gus Kikin? Pengasuh Tebuireng dan Kiai Entrepreneur yang Resmi Diusung Maju Bursa Ketum PBNU
Said juga menolak, jika ditunjuk sebagai Rais Aam. Sebab, dia merasa tidak memiliki penampilan seperti pemimpin tertinggi dalam struktur syuriyah PBNU.
Dirinya merasa tidak memiliki penampilan seperti pemimpin tertinggi dalam struktur syuriyah PBNU.
"Ya, sama saja, artinya saya belum pantas jadi Rais Aam, orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng (penutup kepala)," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




