Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan total empat ruas jalan tol yang bisa difungsikan sebagai landasan darurat pesawat atau jet tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jalan tol kini tak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung distribusi logistik, tapi juga dirancang memiliki fungsi ganda (dual use).
"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Dody melalui keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (24/7).
Empat ruas jalan tol yang disiapkan sebagai landasan darurat pesawat tempur yakni Jalan Tol Banda Aceh-Sigli, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
Dody menjelaskan setiap ruas disiapkan dengan panjang lintasan yang berbeda. Pada Jalan Tol Banda Aceh-Sigli, lintasan yang semula sekitar 2,8 kilometer (km) akan diperpanjang menjadi sekitar 3,8 km.
Sementara itu, pada Jalan Tol Japek II Selatan lintasan diperpanjang dari 2,8 km menjadi sekitar 3,5 km. Selanjutnya di Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi disiapkan lintasan sepanjang sekitar 3 hingga 3,5 km.
"Banda Aceh-Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujarnya.
Sebelumnya pada 9-11 Februari lalu, tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sempat ditutup sementara untuk simulasi pendaratan jet tempur Super Tucano dan F-16.
Uji coba dilaksanakan pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang, tepatnya di ruas KM 228 hingga KM 231. Dalam simulasi itu, dua pesawat tempur TNI AU berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas dengan aman.





