KDM: Hadiah Tangkap Copet-Begal Pakai Uang Pribadi, Dorong Warga Jaga Lingkungan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan hadiah bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal, jambret, maling, hingga perampok sementara akan menggunakan dana pribadinya, bukan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Dedi saat ditanya mengenai sumber dana sayembara yang sebelumnya diumumkannya.

"Udah dari saya dulu cukup. Nanti kalau kewalahan baru," ujar Dedi sambil tertawa usai Apel Siaga Pilah Sampah di Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (24/7).

Dedi mengatakan konsep sayembara dipilih karena dinilai efektif membangun motivasi masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.

"Tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah kalau ada ranking pertama, ranking pertamanya diumumin belajarnya suka rajin. Daerah kalau dilombain juga suka rajin," katanya.

Menurutnya, pemberian hadiah diharapkan mengubah cara masyarakat menghadapi pelaku kejahatan. Ia tidak ingin pelaku menjadi korban aksi main hakim sendiri.

"Logikanya sederhana, maling motor digebukin sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, 'Eh enggak usah digebukin mati, lumayan (dapat hadiah) Rp 10 juta, udah dianterin (diserahkan ke polisi hidup-hidup)'," ujarnya.

Dedi menegaskan hadiah hanya diberikan apabila pelaku diserahkan kepada aparat kepolisian dalam keadaan hidup dan telah memenuhi proses hukum.

"Yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres," katanya.

Ia juga memastikan hadiah tidak akan diberikan apabila pelaku mengalami penganiayaan berat.

"Enggak boleh mereka dalam keadaan babak belur. Kalau lecet dikit ya mungkin boleh, tapi kalau babak belur kita enggak kasih hadiah," tegasnya.

Menurut Dedi, sayembara tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya ronda malam di tengah masyarakat sebagai langkah pencegahan tindak kriminal.

"'Udah deh ngeronda aja, nanti kalau ada maling ayam kan lumayan tuh'. Yang seperti itu harus dipacu warga kita," ujarnya.

Ia menilai masyarakat perlu terus didorong untuk aktif menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Pencabulan Anak oleh Oknum Guru ASN, Wali Kota Tanjungbalai Sambangi Polres!
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Sering Mood Swing Jelang Menstruasi? dr Zaidul Akbar Ungkap Kaitan Semangkuk Bakso dan Keseimbangan Hormon
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Lampu Lobi Gedung Utama Kejagung Mati saat Eks Jampidsus Febrie Diperiksa
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Penguatan PJU hingga CCTV Dinilai Penting Dukung Keamanan Kota Bandung
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.