BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) bagi seorang siswa di BNI Lubuk Pakam telah selesai. Seluruh tahapan dan persyaratan yang diperlukan sudah dipenuhi, sehingga proses aktivasi rekening siswa yang bersangkutan dapat dituntaskan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang siswa datang ke BNI Lubuk Pakam dalam kondisi sakit menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI turut prihatin atas kondisi yang dialami siswa dan keluarganya. Perseroan memahami perhatian masyarakat terhadap peristiwa tersebut dan memastikan petugas telah memberikan penjelasan serta pendampingan selama proses pelayanan berlangsung.


"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Dirinya bilang, peristiwa tersebut berkaitan dengan proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP. Pada mulanya, petugas telah menyampaikan kepada keluarga bahwa proses tersebut tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa, mengingat masa pelaksanaannya masih berlangsung hingga akhir 2026 serta mempertimbangkan kondisi kesehatan siswa saat itu.

Tak ketinggalan, petugas juga telah menyampaikan bahwa proses aktivasi dapat dilanjutkan setelah kondisi siswa membaik. Ketika keluarga kembali pada hari yang sama untuk melanjutkan proses tersebut, petugas menyampaikan bahwa siswa dapat tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan untuk masuk ke kantor cabang.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," kata Okki.

Saat keluarga melanjutkan proses aktivasi, petugas BNI tetap memberikan pendampingan dan membantu penyelesaian seluruh tahapan yang diperlukan. Setelah persyaratan dipenuhi, proses aktivasi rekening dapat diselesaikan.

Perlu diketahui, BNI juga memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Jika diperlukan, pelayanan dapat dikoordinasikan agar petugas hadir menemui nasabah melalui pengaturan dan janji temu sebelumnya, dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, serta kebutuhan verifikasi dalam setiap layanan.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.

Lantas, BNI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang baik, humanis, dan sesuai ketentuan kepada seluruh nasabah, termasuk penerima manfaat program pemerintah.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, BNI akan terus mengevaluasi standar pelayanan di seluruh unit kerja, khususnya bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Evaluasi tersebut dilakukan agar setiap layanan dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kondisi masing-masing nasabah.

BNI mengajak masyarakat untuk memastikan setiap informasi yang diterima maupun disebarluaskan telah terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Informasi lebih lanjut mengenai layanan BNI dapat diperoleh melalui BNI Call 1500046.

Baca: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BNI Siap Temani Langkah Finansial Generasi Muda

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WhatsApp Luncurkan Fitur Baru, Panggilan Hands-Free saat Mengemudi Kini Makin Mudah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 Triliun, Purbaya Angkat Tangan
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Eks Dirut KBS Chairul Anwar, Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp 10,2 Miliar
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Tanda Bahaya Muncul di Amerika, Sudah di Luar Kendali Manusia
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Piala AFF 2026 Jadi Momen Debut? Ini 5 Pemain yang Berpeluang Tampil Perdana untuk Timnas Indonesia
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.