Panda Bonds Perdana Laris, Indonesia Himpun Rp18,5 Triliun

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan Tiongkok atau Panda Bonds untuk pertama kalinya pada 23 Juli 2026.
 
Penerbitan perdana tersebut menghimpun dana sebesar 7 miliar yuan atau sekitar Rp18,5 triliun (asumsi kurs Rp2.654 per yuan). Minat investor terhadap instrumen tersebut cukup tinggi. Total pemesanan (peak orderbook) mencapai sekitar 17 miliar yuan, sehingga menghasilkan bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali, atau 2,4 kali lebih besar dibandingkan nilai penerbitan.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan transaksi tersebut mendapat respons positif dari investor di pasar obligasi domestik Tiongkok.
 
"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada 23 Juli 2026. Transaksi ini mendapat sambutan yang sangat baik dari investor di pasar domestik Tiongkok dengan total peak orderbook mencapai sekitar 17,0 miliar yuan atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali," kata Suminto dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.
 
Besarnya permintaan investor memungkinkan pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang lebih efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.
 
Kementerian Keuangan menilai tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas pengelolaan fiskal, efektivitas komunikasi dengan investor di Tiongkok, serta momentum pasar yang mendukung.
 
Adapun dana hasil penerbitan Panda Bonds akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Instrumen tersebut juga memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.
 
Dalam transaksi ini, Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner. Sementara itu, China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited menjadi Joint Lead Underwriters sekaligus Joint Bookrunners.
 
Sementara Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The Export-Import Bank of China berperan sebagai Co-Managers.
 
Diketahui Panda Bonds diterbitkan dalam dua seri. Seri pertama memiliki tenor tiga tahun dengan nilai 5,6 miliar yuan, kupon 1,90 persen, dan jatuh tempo pada 30 Juli 2029. Sementara itu, seri kedua memiliki tenor lima tahun senilai 1,4 miliar yuan, dengan kupon 2,19 persen dan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.
 
Pemerintah menetapkan harga (pricing) obligasi pada 23 Juli 2026, sedangkan penyelesaian transaksi (settlement) dijadwalkan pada 30 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Panda Bonds Raih Rating Tertinggi, Purbaya: Itu Tandanya Pak Prabowo Benar Kelola Fiskal


(Ilustrasi surat utang/bonds. Foto: Bigalpha.id)
  Kurangi ketergantungan dolar dan angkat rupiah  
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penerbitan Panda Bonds merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
 
"Ini kan diversifikasi sumber pendanaan kita. Sebelumnya kalau global hanya dolar, sekarang kita diversifikasi ke Jepang, Australia, dan Tiongkok," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
 
Menurut Purbaya, langkah tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan pemerintah di pasar internasional agar tidak hanya bergantung pada instrumen berbasis dolar AS.
 
Purbaya menambahkan penggunaan yuan dalam transaksi dengan Tiongkok juga akan memperkuat implementasi skema Local Currency Transaction (LCT). Melalui mekanisme tersebut, transaksi bilateral dapat menggunakan mata uang lokal sehingga kebutuhan terhadap dolar AS dapat dikurangi.
 
"Dan saya akan pakai LCT, Local Currency Transaction. Sehingga mereka bayar yuan, saya terima rupiah di sini antarbank, antarsentral bank," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
 
Ia menilai optimalisasi transaksi menggunakan mata uang lokal berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Rupiah akan cenderung menguat karena tekanan dari dolar ini. Jadi strategi itu memang sengaja dikembangkan untuk memaksimalkan instrumen yang ada untuk menjaga nilai tukar rupiah," jelas Purbaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen SEA V Cup 2026, JUmat 24 Juli: Amankan Posisi Runner Up, Vietnam Dampingi Thailand ke Babak Semifinal
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Dindik Jatim Siapkan Sidak Rutin Cegah Murid Gunakan Rokok di Sekitar Sekolah
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
MK Putuskan Kuota Internet Tak Hangus, TB Hasanuddin Harap Pemerintah-Operator Segera Susun Regulasi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Hadiri Reuni Emas SMPN 1 Kediri, Risma Buka-Bukaan Rahasia Sukses Usir Rasa Minder
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Rentan Profit Taking, IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.