Polda Metro Bongkar Perdagangan Orang ke Libia, 2 Orang Jadi Tersangka

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polda Metro Jaya membongkar praktik perdagangan orang ke Libia. Pelaku menjanjikan korban berangkat ke Turkiye.

"Para korban dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah Turki (Turkiye) dengan penghasilan sekitar Rp 7 juta setiap bulan. Namun mereka justru ditempatkan di Libia secara non-prosedural," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Kapolri Terima Audiensi Direktur FBI, Perkuat Kerja Sama Atasi Kejahatan Transnasional

Di Libia, para korban mengalami eksploitasi. Di antaranya tidak diberi upah, kekerasan, ancaman, jam kerja yang tinggi, hingga penahanan paspor.

"Korban mengalami eksploitasi seperti tidak menerima upah, kekerasan, ancaman, penahanan paspor, pembatasan pembebasan, serta jam kerja yang tinggi tidak mendapat istirahat," jelasnya.

Foto: Tersangka kasus perdagangan orang ke Libia. (Rizky/detikcom)

Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus perdagangan orang tersebut. Keduanya telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

"Kami sudah menetapkan terhadap dua orang tersangka yang saat ini sudah kami lakukan penahanan dan menjalani penahanan di Rutan Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Baca juga: Bos Sindikat Penjual Bayi dari Indonesia ke Singapura Divonis 7 Tahun Penjara

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan tersangka memberi uang kepada para calon korban agar mereka bersedia berangkat.

"Untuk menarik minat korban juga, para tersangka memberikan fee awal kepada pihak keluarga sebesar Rp 2,5 juta - 3 juta," tuturnya.

Kedua tersangka yaitu R dan DY. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan aksi perdagangan orang tersebut.

"Yang pertama yaitu tersangka atas nama R alias Ica dengan peran menyuruh tersangka DY untuk mencari para korban dan yang bersangkutan juga menyalurkan pembiayaan untuk para korban tersebut. Kemudian yang kedua adalah tersangka DY. DY secara aktif mencari para korban untuk diberangkatkan ke luar negeri," ucapnya.




(rdh/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Mulai Dibangun September, Butuh Waktu 10 Bulan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Polda Metro Jaya Respons Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan: Bukan Akhir dari Semuanya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Forum Kemitraan RI-China Digelar di Jakarta, Teken 3 MoU-Dorong Investasi Hijau
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri LH Temui Sultan HB X, Apresiasi Keberanian Tindak Perusak Lingkungan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Andre Rosiade Tambah Bantuan Aula SMAN 14 Padang, Siapkan AC untuk 31 Kelas
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.