Jakarta, VIVA – Cekcok antara sekuriti dan pengemudi Alphard yang menerobos lampur merah di Bundaran HI kembali disorot setelah satpam bernama Victor Harefa membuat video klarifikasi.
Victor mengaku sempat mendapat makian, merasa terpojok hingga bersujud minta maaf kepada pengemudi Alphard tersebut. Bahkan saat proses mediasi, sopir tersebut sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyebut pihaknya akan meminta klarifikasi dari personel yang bertugas di pospol saat proses mediasi antar kedua pihak tersebut.
Merespons kejadian tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap aksi arogan semacam ini. Ia juga tidak ingin ada intervensi akibat latar belakang pemilik mobil.
“Sikap arogan seperti ini sangat tidak bisa ditolerir. Karenanya, saya minta agar ditelusuri siapa supir ini dan bekerja untuk siapa? Siapa bosnya sampai dia bisa searogan itu? Tolong polisi cari tahu identitasnya agar terang benderang. Pokoknya cari dan tangkap supirnya tidak peduli siapapun majikannya,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Jumat 24 Juli 2026.
Lebih lanjut, Sahroni menilai harus ada hukuman atas kejadian. Agar ke depan, tidak ada lagi pengendara yang bertindak arogan kepada siapa pun di jalan.
“Saya minta mereka ini kemudian ditindak sesuai aturan yang ada dan tidak hanya ditegur, tapi juga diberi hukuman. Saya tidak habis pikir jika di jalanan protokol aja bisa searogan itu, apalagi jika kepada masyarakat biasa? Makanya ini harus ditindak tegas agar tidak ada lagi oknum-oknum blagu seperti mereka,” kata Sahroni.





