6 Anak NTT Terpapar Radikalisme Lewat Gim Online

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTT, Iien Adrianymengungkap enam anak terpapar paham radikalisme. Keenamnya terpapar dari gim online.

"Saat ini 6 anak itu yang sudah positif terpapar. Ini diidentifikasi dari anak-anak yang terpapar itu ternyata, mereka menggunakan aplikasi gim. Jadi bukan anak yang nakal," ujar Iien, dilansir detikBali, Jumat (24/7/2026).

Iien menuturkan temuan tersebut mendorong Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme. Menurutnya, terpaparnya enam anak tersebut layaknya fenomena gunung es.

"Mengapa Pak Gub (Gubernur) sampai mengeluarkan pergub berkaitan dengan terorisme? Karena saat ini sudah ada enam anak NTT yang sudah terpapar itu (radikalisme) dan itu seperti fenomena gunung es. Jadi yang muncul itu sedikit, kami nggak tahu di bawahnya berapa banyak," jelas Iien.

Baca juga: Kapolri Ungkap Antisipasi Berkembangnya Fenomena Nihilistic Violent Extremism

Iien menilai perlu dilakukan antisipasi sejak dini. Sebab berbagai aplikasi gim bisa menjadi pintu masuk paham radikal.

DP3AP2KB NTT kemudian mulai melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah agar anak-anak tidak terpapar. Gubernur Laka Lena menegaskan anak-anak yang terpapar berlatar belakang berbagai agama dan berasal dari keluarga yang relatif berkecukupan dan harmonis.

"Untuk mencegah hal itu dan berdasarkan masukan dari ibu kadis dan yang lain, kami membuat pergub ini agar seluruh pihak pemerintah bersama semua pihak terkait untuk bersama-sama memastikan kehidupan anak-anak kita bisa terhindar dan pengaruh dari pengaruh dan terpapar dari terorisme. Terutama dari media digital atau dari tempat lainnya," tegas Laka Lena.

Melalui pergub ini, Laka Lena menargetkan tidak ada lagi anak NTT yang terpapar radikalisme, baik agama maupun dari latar belakang apa pun. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi melakukan pengawasan.

Baca selengkapnya di sini.




(dek/idh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bobby Nasution Jadi Gubernur Pertama Ngantor di Nias, Percepat Pembangunan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Vietnam Resmi Umumkan 25 Pemain untuk Piala AFF 2026: Bek Tengil Comeback, Trio Amunisi Naturalisasi Siap Beraksi
• 10 jam lalubola.com
thumb
Kasus Penganiayaan Aktivis, Ketua DPRD Lebak dan Suami Diperiksa Polisi
• 7 jam laludetik.com
thumb
Klasemen SEA V Cup 2026, JUmat 24 Juli: Amankan Posisi Runner Up, Vietnam Dampingi Thailand ke Babak Semifinal
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
11 Tahun “Penindakan 709” – Para Pengacara HAM Tiongkok Dikriminalisasi oleh PKT
• 14 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.