jpnn.com, JAKARTA - Di tengah dinamika geopolitik, perubahan lanskap keamanan, perkembangan teknologi, serta berbagai isu strategis di tingkat nasional maupun global, industri asuransi dituntut makin adaptif dalam merespons perubahan yang memengaruhi proses bisnis dan pengembangan produk.
Berbagai dinamika tersebut berdampak pada pola risiko, kebutuhan pasar, strategi operasional, hingga inovasi produk yang harus terus disesuaikan agar tetap relevan, kompetitif, dan mampu
memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat.
BACA JUGA: Standard Chartered Bank Gelar Panel Diskusi di Ajang ASEAN Indo-Pacific Forum
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas tersebut, Jasaraharja Putera (JRP) menjalin kerja sama strategis dengan Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI) melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU).
Kerja sama ini menjadi landasan sinergi kedua pihak dalam pengembangan kajian strategis Intelijen,
penguatan manajemen risiko, penyediaan analisis berbasis data dan strategic foresight serta kajian suretyship-pertahanan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif.
BACA JUGA: JRPG, Gim Online Jepang untuk Mengasah Kemampuan Kognitif
Melalui kolaborasi ini, JRP dan ISI akan mengembangkan berbagai program yang mencakup penyusunan kajian strategis, forum diskusi, hingga pertukaran informasi terkait perkembangan lingkungan bisnis dan global.
Berbagai inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi berbagai tantangan sekaligus mengidentifikasi peluang yang dapat mendukung pertumbuhan
bisnis secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Jalin Kerja Sama Sponsor Eksklusif, J Trust Bank Gandeng Pegolf Indonesia Kristina Yoko
Direktur Utama JRP Abdul Haris menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat daya saing melalui pengelolaan risiko yang lebih komprehensif dan penguatan wawasan strategis.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis saat ini, tetapi juga oleh kemampuan dalam membaca perubahan, mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, serta merumuskan langkah strategis yang tepat," kata dia.
Dia menyebut melalui kerja sama ini, mereka ingin memperkuat kapabilitas organisasi agar makin adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis dan mampu menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus mewujudkan komitmen untuk melayani sepenuh hati.
Sementara pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasihat Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Muhammad Hadianto, menegaskan bahwa lembaga think tank memiliki peran penting dalam membantu organisasi menghadapi perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks.
"Di tengah perubahan geopolitik, keamanan, teknologi, dan sosial yang berlangsung semakin cepat, organisasi membutuhkan kemampuan untuk tidak hanya merespons perubahan, tetapi juga mengantisipasinya," kata dia.
Dia menyebut lembaga think tank berperan menyediakan evidence-based analysis dan strategic foresight sebagai landasan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
"Kami berharap kerja sama dengan PT Jasaraharja Putera dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi strategis yang mendukung penguatan tata kelola, peningkatan daya saing, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi tantangan di masa depan," ungkapnya. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelindo dan Kerajaan Arab Saudi Membahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan & Logistik
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




