jpnn.com, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah.
Meski menjadi salah satu daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Indonesia, Badung terus melakukan berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
BACA JUGA: Kemendagri Dorong Pemutakhiran & Integrasi SIPD-RI sebagai Fondasi Satu Data Pemda
Apresiasi pun disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni.
Fatoni memuji semangat Pemkab Badung yang dinilai tidak pernah berhenti mencari berbagai alternatif pembiayaan meski memiliki kapasitas fiskal yang sangat kuat.
BACA JUGA: Perluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali, Dirjen Keuda Kawal Penganggaran
"Pak Bupati terus melakukan inovasi, terus melakukan terobosan mencari sumber-sumber pembiayaan," ujar Fatoni saat menutup rangkaian kegiatan Pemutakhiran dan Integrasi Proses Bisnis Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam SIPD-RI di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026).
Dia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemauan untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
BACA JUGA: Kemendagri Perkuat Pengawasan-Transparansi Lewat Evaluasi Kinerja Triwulan II Ditjen Polpum
"Bayangin, sudah kaya masih bekerja keras berarti akan tambah kaya dan semakin kaya, maka ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang kemampuan keuangannya terbatas, tentu bisa mencontoh," katanya.
Fatoni menilai berbagai inovasi yang dilakukan Badung bahkan telah melampaui perkembangan regulasi dan sistem yang ada. Menurutnya, berbagai masukan dari Pemerintah Kabupaten Badung menjadi salah satu referensi penting dalam penyempurnaan kebijakan maupun pengembangan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI).
"Badung ini lebih maju, lebih Advance dibandingkan regulasi yang ada, dibandingkan sistem SIPD yang ada," lanjutnya.
Atas berbagai capaian tersebut, Kemendagri memilih Kabupaten Badung sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan pemutakhiran dan integrasi proses bisnis SIPD-RI.
"Maka untuk menghormati Badung dengan inovasi dan terobosannya kegiatan pemutakhiran ini pun juga kita laksanakan di Badung ini," ungkap Fatoni.
Fatoni mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Badung selama ini aktif memberikan berbagai masukan terhadap pengembangan kebijakan dan sistem yang dikembangkan Kemendagri.
"Pak Bupati bilang sama saya, 'bisa enggak ini begini, bisa enggak ini diakomodir, bisa enggak ini diubah'. Nah, cara berfikir itu penting," kata Fatoni.
Menurutnya, pola pikir yang terbuka terhadap perubahan merupakan modal utama dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif. Karena itu, regulasi harus terus dievaluasi agar mampu mengikuti dinamika kebutuhan daerah.
Fatoni menambahkan bahwa berbagai masukan dari Badung telah memberikan kontribusi nyata terhadap penyempurnaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah secara nasional.
"Banyak sekali yang kami terima masukan dari Badung, sehingga itu mempengaruhi kebijakan secara nasional", tambahnya.
Selain mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan, Fatoni juga menyoroti langkah Badung dalam mencari berbagai alternatif pembiayaan pembangunan, termasuk melalui pinjaman daerah maupun Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, tingginya PAD bukan berarti seluruh kebutuhan pembangunan telah terpenuhi.
"Besar pun masih kurang, Kenapa? karena kebutuhan yang sesungguhnya di masyarakat dan daerah, itu masih lebih besar dari APBD-nya," katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif (creative financing) guna mempercepat pembangunan tanpa hanya bergantung pada APBD.
"Maka kami dari Kementerian Dalam Negeri terus mendorong creative financing ini, creative financing itu banyak, selain tadi pinjaman daerah atau utang, kemudian KPBU, kemudian mengoptimalkan BUMD", tegas Fatoni.
"Mudah-mudahan seluruh upaya kita ini bisa mendorong daerah semakin baik semakin mandiri dan masyarakatnya semakin sejahtera," katanya. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kronologi Penembakan WNA Maroko di Canggu Bali
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti




