Jelang HUT RI ke-81, Simak Sejarah Lomba Makan Kerupuk, Ternyata Berkaitan dengan Perjuangan di Masa Perang

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Jelang HUT RI ke-81, simak sejarah lomba makan kerupuk yang selalu diadakan setiap tahun. Bukan asal ide kegiatan, lomba ini ternyata memiliki sejarah panjang.

HUT RI ke-81 akan segera dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tentunya, lomba makan kerupuk akan diadakan hampir di semua tempat perlombaan.

Namun, siapa sangka jika lomba ini bukan sekadar ide kegiatan biasa. Ya, lomba makan kerupuk ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa perang.

Lomba makan kerupuk ini memang lomba yang cukup mudah dilakukan. Tak heran jika setiap tahun selalu ada lomba ini.

Panitia hanya perlu menyediakan tiang, tali, dan kerupuk. Lomba ini bahkan bisa diikuti dari anak-anak hingga dewasa.

Lomba ini juga tidak memerlukan biaya yang besar. Mengingat kerupuk adalah makanan yang murah meriah.

Lalu, peserta diminta untuk memakan kerupuk yang sudah digantung di tiang dengan posisi berdiri. Meski terlihat mudah, namun lomba ini cukup sulit dilakukan karena kerupuk yang ringan mudah terbawa angin.

Sedangkan, para peserta dilarang untuk memegang kerupuk menggunakan tangan mereka. Bahkan, tak sedikit yang menambahkan tali pengikat di tangan peserta agar tidak memegangi kerupuk tersebut.

Nah, peserta yang lebih dulu menghabiskan kerupuknya akan keluar sebagai pemenang. Tentunya, panitia telah menyiapkan hadiah untuk pemenang lomba.

Meski terdengar sepele, namun lomba makan kerupuk ini bak sudah menjadi agenda tahunan. Anak-anak pun juga menyukai kegiatan ini.

Dikutip dari Tribunnews dan KOMPAS.com pada Jumat (24/7/2026), kerupuk memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Indonesia. Sebelum abad ke-10 masehi, nama kerupuk sudah tertulis dalam naskah Jawa kuno.

 

Kemudian, kerupuk sudah menjadi pelengkap makanan bagi keluarga Indonesia pada tahun 1930-1940. Kerupuk ini juga dikonsumi oleh masyarakat dengan strata sosial dan ekonomi bawah di masa perang.

Kerupuk identik dengan makanan rakyat kecil saat itu. Warga ekonomi bawah menggunakan kerupuk untuk bertahan hidup.

Saat masa peperangan, masyarakat sangat sulit mendapatkan makanan. Sehingga kerupuk menjadi salah satu pilihan untuk menyambung hidup.

Kerupuk juga bak menjadi penyelamat saat krisis ekonomi terjadi. Bukan hanya rasanya yang enak, namun harganya yang sangat terjangkau menjadi alasan warga memilih keruuk sebagai pendamping nasi.

Kemudian, pada 1950-an, mulai muncul lomba untuk makan kerupuk. Hal ini dibarengi dengan eksistensi kerupuk yang masih terus ada di Indonesia.

Mengingat saat itu situasi Indonesia belum benar-benar kondusif, warga hanya bisa melakukan lomba-lomba sederhana untuk memeriahkan kemerdekaan RI. Salah satunya dengan lomba makan kerupuk.

Selain itu, lomba makan kerupuk juga menjadi hiburan untuk masyarkat selepas masa perang. Makan kerupuk menjadi salah satu lomba yang terus ada dari tahun ke tahun.

Kemudian, lomba ini juga memiliki makna yang dalam. Lomba makan kerupuk bertujuan sebagai pengingat bahwa masyarakat Indonesia pernah mengalami masa sulit.

Sehingga, masyarat saat ini perlu bersyukur dengan keadaan indonesia yang sudah merdeka. Terlebih, saat ini sangat mudah untuk mendapatkan makanan.

Namun, seiring perkembangan zaman, masyarakat ekonomi menengah ke atas pun mulai mengkonsumsi kerupuk. Bahkan, banyak pula yang mengikuti lomba tersebut.

Nah, itulah sejarah lomba makan kerupuk yang berkaitan dengan masa peperangan. Sudah siapkah kalian lomba untuk merayakan HUT RI ke-81?(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Singgung Adanya Pembelian dari Lembaga Pemerintah yang Digelembungkan 
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Garuda Indonesia Bakal Jadi Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Masuk Grup
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
John Herdman Tambah Kekuatan Timnas Indonesia, Intip 26 Pemain yang Diprediksi Jadi Skuad Piala AFF 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Bocoran Pengganti Sudaryono usai Jadi Kepala BGN
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kata Dude Harlino soal Kembalikan Honor Brand Ambassador PT DSI Rp 5,25 M
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.