JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkapkan hasil uji laboratorium terhadap tabung Whip Pink berlabel aneka rasa.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji hanya berisi gas dinitrogen oksida (N2O) murni tanpa kandungan perasa.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap mengatakan, sampel tabung yang disita telah diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Dari hasil pemeriksaan Labfor Badan POM maupun Polri, isi yang kita bawa untuk dilakukan uji laboratorium semuanya murni berisi daripada gas N2O," kata Zulkarnain di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai berbagai varian rasa yang tertera pada kemasan tabung Whip Pink.
Saat ditanya apakah hasil uji laboratorium menemukan kandungan rasa sesuai label pada kemasan, Zulkarnain menegaskan tidak ada zat perasa dalam sampel yang diperiksa.
Baca juga: Penampakan Ruko Pabrik Whip Pink di Pademangan Jakut yang Digeledah Bareskrim Polri
"Enggak ada rasanya. Kita temukan tidak ada rasanya yang kita bawa ke Labfor," ujarnya.
Selain hasil uji laboratorium, penyidik juga menemukan indikasi bahwa tabung Whip Pink tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan makanan, tetapi juga dijual ke tempat hiburan malam.
"Di mana kita menemukan tabung yang sama, yang juga kita temukan ada kwitansi penjualan dari PT Supra Indo Sukses Sejahtera ke tempat hiburan malam," tutur dia.
Baca juga: Bareskrim Geledah Ruko Pabrik Whip Pink di Pademangan Jakut, Sita 15.000 Tabung N20
Menurut Zulkarnain, di tempat hiburan malam tersebut, gas dalam tabung diduga digunakan oleh pengunjung dengan cara dimasukkan ke dalam balon sebelum dihirup.
"Di mana di tempat hiburan tersebut dijual untuk digunakan oleh pengunjung hiburan, di mana penggunaannya itu menggunakan balon-balon udara sehingga nanti diisap," tambah Zulkarnain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang