VIVA – Tak bisa dimungkiri, gorengan merupakan salah satu makanan paling favorit, baik sebagai camilan maupun lauk pauk.
Kendati demikian, kandungan tepung dan proses penggorengan menggunakan minyak panas membuat gorengan dinilai tidak sehat oleh para ahli medis, bahkan berbahaya bagi penderita kondisi kesehatan tertentu.
Meski begitu, dr. Zaidul Akbar membagikan solusinya agar masyarakat tetap bisa menikmati gorengan tanpa harus mengorbankan kesehatan. Seperti apa caranya?
Dilansir dari YouTube dr Zaidul Akbar Official, praktisi kesehatan ini mengungkapkan dirinya tak melarang siapapun untuk makan gorengan, hanya saja perlu membatasinya.
"Berarti dokter mengharamkan gorengan, bukan mengharamkan," ujar dr Zaidul Akbar.
"Gorengan tuh tinggi seratnya, yaitu pada cabenya, jadi kalau makan gorengan, banyakin cabenya. Cabenya aja kalau perlu Anda lebih banyak makan Gorengannya 1, cabenya misalkan 20 gitu lho. Biar kapok," lanjutnya.
- VIVA/ Lutfi Dwi Pujiastuti
dr. Zaidul Akbar sendiri sebenarnya memilih untuk tidak menyantap gorengan karena bisa membuat tubuh terasa lemas.
"Dokter makan nggak? Enggak, karena tubuh saya kayak langsung lemes. Jadi kayak berat banget," kata dr Zaidul Akbar.
Meski begitu, beliau tetap membagikan trik sehat bagi siapa saja yang sulit lepas dari makanan ini.
Langkah pertamanya cukup sederhana: prioritaskan gorengan yang diolah tanpa balutan tepung.
"Kalaupun saya makan gorengan, saya akan pilih yang enggak tepung. Contoh misalkan tahu," ujar dr Zaidul Akbar.
"Tahu yang pedes itukan, saya kopekin tepungnya. Saya makan tahunya, kadang-kadang tahunya pun saya enggak makan. Saya makan isinya doang," lanjutnya.
Selama porsinya dijaga dan tidak berlebihan, masih boleh menikmati gorengan tanpa perlu merasa bersalah atau melarangnya sama sekali.
"Tapi kalau saya mau beli, buk, beli isinya tahu, dia enggak jual dia. Ya sudahlah, saya bantu ukm, gitukan. Dalam hati saya," tandasnya.
(kmr)




