Riset Terbaru Economist Enterprise Soroti Pentingnya Perawatan Kesehatan Mandiri

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Self care secara efektif terintegrasi ke sistem kesehatan, terbukti dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperluas akses ke layanan kesehatan, serta mengurangi beban pada sistem layanan medis yang saat ini sudah sangat terbebani. 

Di tengah tekanan sistem layanan kesehatan yang semakin berat akibat populasi lansia kian bertambah, penyakit kronis, kekurangan tenaga medis, dan ketidakmerataan akses, self care kini semakin diakui sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan luaran klinis, memperluas akses, serta mewujudkan penyediaan layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan. 

Baca Juga :
Suka Makan Gorengan tapi Ingin Tetap Sehat? Begini Tips Sehat dari dr Zaidul Akbar
Kansai Paint Jamin Kualitas dan Keamanan Material Bagi Kesehatan Anak dan Keluarga

Riset ini menekankan bahwa self care akan bekerja secara optimal bila terintegrasi dengan baik ke dalam sistem kesehatan formal, dengan didukung oleh informasi yang terpercaya, keterjangkauan, dan sistem rujukan yang jelas. 

Scientist World Health Organization (WHO), Manjulaa Narasimhan mengatakan self care merupakan garda terdepan untuk semua perawatan kesehatan. 

"Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua masyarakat," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 24 Juli 2026.

Riset Economist Enterprise menyebutkan bahwa self care didefinisikan secara luas oleh WHO sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk mengelola kesehatan.

Perawatan kesehatan dirimencakup area yang sangat luas, mulai dari perilaku hidup sehat sehari-hari dan praktik pencegahan penyakit, hingga pemanfaatan perangkat digital, pemantauan kesehatan diri, dan penggunaan obat-obatan bebas. 

Akan tetapi, kata dia, definisi yang luas ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal tata kelola, tolak ukur, dan konsistensi integrasinya di seluruh sistem kesehatan.

Sementara Member of the Bayer Board of Management and President Consumer Heal, Julio Triana menjelaskan riset ini memaparkan bahwa self-care berfungsi maksimal sebagai bagian yang didukung oleh sistem kesehatan, bukan sebagai penggantinya.

“Solusi self-care, termasuk penggunaan perangkat digital, obat bebas yang aman dan terjangkau, suplemen nutrisi, serta informasi edukatif, merupakan hal yang fundamental untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan global. Hal ini merupakan lini pertahanan pertama bagi masyarakat dan sistem kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :
Cerita Peserta BPJS Kesehatan Mudahnya Kontrol Berobat
Benarkah Makan 3 Kali Sehari itu Baik? Ternyata Kebiasaan ini Bisa Memicu Timbulnya Penyakit
APKSI dan PPPK Paruh Waktu Sektor Kesehatan Geruduk Balai Kota Jakarta, Tuntut Gaji ke-13 Belum Diterima

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Aktifkan Lagi Hunting System, Sasar Pelanggar Penutup Pelat Nomor
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bos PGE Blak-blakan Strategi Kejar Target Kapasitas PLTP 3 GW
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Profil Sudaryono, Kepala BGN Baru yang Gantikan Nanik S Deyang, Berikut Rekam Jejak dan Harta Kekayaannya
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Trump Berlakukan Tarif Baru untuk Negara dengan Penegakan Lemah atas Kerja Paksa
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
BP Batam Dorong Paradigma Utility First untuk Menjamin Investasi Pusat Data dan Kebutuhan Masyarakat
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.