Jakarta: Perkembangan teknologi ponsel lipat (foldables) kini memasuki babak baru. Selain adu inovasi pada desain bodi yang semakin tipis dan ringan, aspek daya tahan baterai menjadi salah satu sorotan utama dalam industri gawai tahun ini.
Pakar teknologi Dedy Irvan mengungkapkan, bahwa terobosan terbesar terbaru Samsung, khususnya Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, terletak pada penggunaan teknologi baterai baru yang selama ini ditunggu-tunggu oleh para pengguna setianya.
"Tahun ini akhirnya Samsung pakai baterai baru, baterai silikon karbon yang ditunggu-tunggu setelah riset sekian lama. Dia nggak mau kasih buru-buru, dia kasih setelah matang sekarang dia pasang di situ," ujar Dedy, dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 24 Juli 2026.
Berkat adopsi teknologi baterai silikon karbon tersebut, Samsung berhasil menghadirkan peningkatan performa daya yang signifikan. Varian tertinggi, Galaxy Z Fold8 Ultra, kini sanggup dibekali baterai berkapasitas besar 5.000 mAh.
Baca Juga :
Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Seberapa Canggih AI Portrait Retouching untuk Edit Foto?"Jadi yang Z Fold8 Ultra bisa pakai 5.000 mAh, sementara saudaranya di 4.800 mAh. Tapi bobotnya turun, lebih enteng. Jadi baterai lebih besar tapi bobotnya lebih turun. Peningkatan tahun ini benar-benar luar biasa banget," katanya Dedy.
Meskipun membawa kapasitas baterai yang jumbo untuk mendukung produktivitas tinggi dan aktivitas multitasking, Samsung tetap berhasil menjaga kerampingan bodinya.
Saat dibuka, bodi perangkat ini tercatat memiliki ketebalan hanya 4,1 milimeter, dengan total bobot yang berhasil ditekan di kisaran 214 hingga 215 gram.
Kombinasi antara bodi super tipis, bobot yang semakin ringan, serta kapasitas baterai jumbo yang ditopang prosesor Snapdragon for Galaxy generasi terbaru, menjadikan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai salah satu perangkat penunjang produktivitas dan penyuntingan konten seluler yang sangat diperhitungkan saat ini.




