MUI Cetuskan Jihad Digital, Cegah Bahaya Belajar Agama Lewat AI

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencetuskan "jihad digital", untuk mengingatkan masyarakat mempelajari ilmu agama melalui mesin kecerdasan buatan (AI). Ilmu agama harus tetap dengan bimbingan dari guru yang jelas.

Baca Juga :

Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 3,7% di Kuartal II, Ditopang AI dan Chip
Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis mengatakan, teknologi AI maupun media digital boleh saja digunakan sebatas sebagai inspirasi atau alat untuk menggali informasi awal. Namun, tidak bisa dijadikan sandaran mutlak untuk belajar agama.

"Belajar agama itu butuh transmisi keilmuan yang disebut dengan sanad. Ada yang menjamin bahwa itu benar, orisinal, dan valid. Sementara dari media (AI) itu sering kita lihat mungkin sebagian benar, tapi sebagian salah," kata Cholil, dilansir dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.


Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis. Foto: Antara.

MUI secara tegas mengingatkan batas-batas penggunaan teknologi informasi dalam urusan keimanan. Ia menekankan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan posisi dan keteladanan seorang ulama.

"Berguru harus kepada orang, kepada ulama, kepada ustadz yang memang mumpuni dan memang menjadi teladan. Tidak bisa berguru hanya kepada mesin," ujar Cholil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Minta Polisi Asah Keterampilan Gunakan Senjata
• 31 menit lalukompas.com
thumb
Membangun Kota Sinema, Menggerakkan Mesin Ekonomi Jakarta
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bali United Gandeng Adidas Sebagai Apparel Resmi untuk Musim 2026/2027
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Dalih Pinjam Motor, Tersangka Malah Gadaikan Kendaraan untuk Beli Narkoba
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakar Hukum Pidana Unram: Penggeledahan Dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.