Dinkes Kobar Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus ISPA Akibat Karhutla

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Palangka Raya: Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan saat ini belum terjadi lonjakan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Berdasarkan hasil pemantauan kita, untuk kondisi kesehatan masyarakat masih relatif terkendali. Namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada, karena saat ini Kobar telah masuk musim kemarau," kata Kepala Dinkes Kobar Hardino di Pangkalan Bun, Jumat, 24 Juli 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Karhutla di Kapuas Capai 305 Hektare, 22 Hotspot Terpantau
Hal tersebut disampaikannya, mengingat jumlah kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kobar cukup tinggi dan saat ini status penanganan karhutla di Kabupaten Kobar masih berada dalam kategori siaga. Dia mengatakan untuk saat ini tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza Like Illness (ILI) pada data surveilans kesehatan mengalami penurunan di tahun 2026.

"Dari data surveilans kesehatan kita untuk jumlah kasus ISPA turun dari 364 kasus menjadi 277 kasus atau berkurang sebanyak 87 kasus. Sementara itu, kasus ILI juga turun dari 10 kasus menjadi 7 kasus atau menurun sekitar 30 persen," ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya sampai saat ini belum terdapat peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Pihaknya akan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi apabila kebakaran terus terjadi dan kualitas udara memburuk, risiko peningkatan kasus penyakit saluran pernapasan akan tetap ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Hardino di Pangkalan Bun. ANTARA/Dinkes Kobar

Menurutnya, kelompok yang paling rentan terdampak asap karhutla tersebut di antaranya balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun gangguan paru-paru. Hardino menambahkan pihaknya akan terus melakukan langkah antisipasi, dengan memperkuat sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dalam melakukan pemantauan kualitas udara bersama instansi terkait agar dampak kesehatan dapat diantisipasi sejak dini. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, serta diminta untuk menggunakan masker apabila terjadi kabut asap dan memperbanyak konsumsi air putih.

"Masyarakat juga diminta untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala, serta bagi masyarakat yang rentan untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara mulai menurun," kata Hardino.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,612 Juta di Akhir Pekan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hotman Paris Pernah Laporkan Pengacara Tewas Lompat dari Apartemen Dugaan Penggelapan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Alasan Febrie Ditahan di KPK: Pernah Berjasa Usut Kasus Besar dan Perlu Perlindungan
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usai jadi Tersangka, Febrie Adriansyah Kembali Bicara Soal Emas 74 Kg: Minta Penyidik Jawab Ya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pembalap NTB Gibran menangi race pertama MRS 2026 di Mandalika
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.