REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, berbicara di hadapan jajaran pimpinan dan talenta terbaik BUMN dalam kegiatan pengembangan kepemimpinan yang digelar pada Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dony menegaskan transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, keberhasilan tersebut harus ditopang oleh pembangunan SDM yang berkelanjutan," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga
MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
Danantara Akuisisi Empat Manajer Investasi BUMN, Kelola Dana Rp 170 Triliun
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Proyek PSEL
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. "Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manager itu adalah komitmennya terhadap keberlanjutan sebuah perusahaan," ucap Dony.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Dony, Danantara tengah membangun sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi dan berstandar kelas dunia di seluruh ekosistem BUMN. Sistem tersebut diawali dengan penerapan Single Grading System dan Job Value untuk menyelaraskan sistem penilaian serta pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain itu, Danantara juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai dasar penempatan talenta. Melalui sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif sehingga praktik penempatan berdasarkan unsur like and dislike tidak lagi memiliki ruang.
Sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University yang akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Para peserta akan dibekali standar kompetensi, kepemimpinan, dan soft skills yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan pada masa depan.
Melalui sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN pada masa mendatang dapat diisi oleh talenta yang tumbuh dan berkembang dari dalam perusahaan. "Saya berharap nanti 2028 ke atas, seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan keberlanjutan perusahaan kita ke depan," kata Dony.
Dony menegaskan membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO agar transformasi yang telah dijalankan dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi bagi generasi pemimpin berikutnya. "Semua harus talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO," kata Dony.