VIVA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kabarnya telah memilih Andrea Pirlo sebagai pelatih baru tim nasional. Sebelumnya, Pep Guardiola telah menolak pinangan dari Timnas Italia.
Pencarian pelatih baru Gli Azzurri masih berlangsung setelah berbulan-bulan. Posisi tersebut sudah lowong sejak Maret lalu setelah Gennaro Gattuso gagal membawa mereka ke Piala Dunia 2026.
Gattuso mengundurkan diri setelah kegagalan meraih kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina pada babak playoff zona Eropa. Itu membuat Italia absen di putaran final Piala Dunia untuk tiga edisi secara beruntun.
Sejak sepekan terakhir, pilihan utama dari FIGC adalah Pep Guardiola. Direktur teknik Paolo Maldini bersama penasihat Leonardo Araujo kabarnya telah mengunjunginya di Barcelona pada akhir pekan lalu.
Guardiola tak langsung memberikan jawaban, selagi rumor beredar mengenai permintaan gaji yang tinggi. La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa eks pelatih Manchester City itu meminta upah 20 juta euro per tahun.
Namun, berbagai sumber dari Italia, termasuk jurnalis Fabrizio Romano mengklarifikasinya. Guardiola menolak pinangan FIGC karena alasan personal, bukan karena finansial.
Dia baru menyelesaikan 10 tahun bersama Manchester City dan ingin beristirahat selama beberapa waktu. Dia ingin memprioritaskan keluarganya untuk saat ini.
Setelah penolakan Guardiola, FIGC bergerak kepada opsi lainnya. Warta dari jurnalis Fabrizio Romano mengatakan bahwa Andrea Pirlo adalah orang pertama yang didatangi.
Itu berlangsung cepat, karena Pirlo langsung menerima penawaran proposal, menurut warta dari Romano. Mantan gelandang Juventus dan AC Milan itu menyatakan kesediaan menerima tawaran jangka panjang yang diberikan oleh Maldini dan Leonardo.
Romano sudah memberikan stempel “here we go” yang berarti kesepakatan tinggal menunggu waktu. Pirlo diharapkan untuk segera menjadi pelatih baru Timnas Italia dalam hitungan hari jika urusan formal sudah diselesaikan.
Pada saat ini, sang pelatih berusia 47 tahun masih bertugas di klub Uni Emirat Arab bernama United FC. Pirlo tidak punya rekam jejak melatih yang impresif, setelah dipecat Sampdoria pada 2024 lalu.
Rekam jejak terbaiknya dalam melatih adalah ketika menangani Juventus. Dia berhasil menjuarai Coppa Italia dan Piala Super Italia pada musim 2020-2021, namun dipecat di akhir musim.





