Kebohongan Baru Elon Musk, Dampaknya Tak Main-Main

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Putra miliarder teknologi Elon Musk yang berusia enam tahun, XÆA-Xii, mencuri perhatian dalam pertemuan bisnis tingkat tinggi di Beijing, China. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk tak bisa memenuhi ambisinya yang dia ucapkan sendiri soal Tesla tahun lalu. Peluncuran robotaxi yang diinginkan tak sesuai harapan dan mungkin juga berdampak pada merosotnya saham Tesla.

Tahun lalu, CEO Tesla itu memastikan robotaxi akan berkembang dengan laju hipereksponensial. Musk juga menjanjikan ketersediaan jaringannya akan tersedia untuk separuh populasi AS pada akhir 2025.


Baca: Investor Jauhi Sahan Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?

Di bulan ketujuh tahun 2026 ini dan saat earning call Rabu lalu, Musk dan tim lebih berhati-hari menjawab pertanyaan analis soal peluncuran yang lebih lambat dari perkiraan tahun lalu.

Cakupan penggunaan robotaxi Tesla memang tidak terlalu luas. Uji coba telah dilakukan dalam skala kecil pada Juni 2025.

Berikutnya, Tesla memperluas layanan pada beberapa kota lain di Texas dan Florida. Namun Reuters juga mencatat sejumlah layanan terbatas hanya di daerah pinggiran.

Pada earning call itu, Musk dan para eksekutif lainnya membahas detil spesifik soal ekspansi layanan robotaxi di masing-masing kota. Wakil presiden teknik kendaraan Tesla, Lars Moravy mengatakan regulasi di tiap kota berbeda dan perusahaan harus memenuhi persyaratan sebelum bisa membuka layanan.

"Alasan kami memperluas layanan kota demi kota agar memastikan bisa memenuhi semua persyaratan satu per satu," kata Moravy dikutip dari Reuters, Jumat (24/7/2026).

CFO Vaibhav Taneja juga mengakui banyaknya kendala yang harus dihadapi. Hal itu bukan hanya soal perangkat lunak semata, namun dari bidang operasionala.

"Perusahaan ingin menyelesaikan masalah ini pada armada yang lebih kecil secara terkontrol sebelum meningkatkan jumlah kendaraan," jelasnya.

Saham Tesla dilaporkan Reuters telah turun 13% dan diperkirakan akan mengalami penurunana lebih dalam lagi selama setahun. Selama tahun ini, saham perusahaan telah menurun hampir 17%.

Menurut para analis Barclays, harus ada banyak bukti lagi soal dampak kemampuan Tesla. Perusahaan juga disebut tidak memberikana target ekspansi terbaru.

"Diperlukan lebih banyak bukti untuk menunjukkan kemampuan Tesla berdampak pada robotaxi," kata para analis.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara Teknologi AI Bantu Perbankan Daerah Lawan Serangan Siber

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andoni Iraola Konfirmasi Jajaran Asisten Pelatih Liverpool, Ada Misi Khusus Set-Piece
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Nikah Massal VW Combi di Kota Kediri Pecahkan Rekor MURI, 53 Pasangan Resmi Menikah
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
MUI Minta Zakat Diakui Sebagai Pajak: Umat Islam Bayar Double Tax
• 46 menit lalukumparan.com
thumb
Jaksa Agung: Pengunduran Diri Febrie Tak Boleh Ganggu Kesinambungan Perkara
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib vs Arema Jadi Duel Utama
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.