jpnn.com, NUSA TENGGARA TIMUR - Veronika Reni jadi nasabah PNM Mekaar pertama di Kampung Wae Moto, Nusa Tenggara Timur.
Sejak bergabung dengan PNM Mekaar pada 2020, perempuan yang menghidupi keluarganya dari hasil kebun sayur ini tidak pernah berhenti meyakini satu hal, bahwa jika ia bisa terus berdiri dan berusaha, anaknya, Citra, tidak perlu mengulang perjuangan yang sama.
BACA JUGA: PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci
Hari ini, Citra duduk di kelas 6 SD Inpres Wae Moto dan selama lima tahun berturut-turut, ia selalu mengisi peringkat pertama di kelasnya.
Bagi Veronika, setiap rapor yang dibawa Citra pulang adalah bukti bahwa kerja kerasnya tidak sia-sia.
BACA JUGA: Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana
Sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, Veronika adalah satu dari sekian banyak perempuan di pelosok Indonesia yang tahu persis rasanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tapi terbentur keterbatasan.
Kebun sayurnya ada, kemauan bekerjanya besar, tetapi modal untuk mengembangkan usaha terasa jauh dari jangkauan.
BACA JUGA: Perkuat Akses Produk Resmi, Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY
Ketika PNM Mekaar pertama kali masuk ke Kampung Wae Moto, Veronika adalah yang pertama mengangkat tangan.
Dia menjadi nasabah pertama di kampungnya, sebuah keputusan yang ia ambil bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Citra.
"Yang penting anak saya bisa sekolah dengan baik, punya masa depan yang lebih baik dari saya," ujar Veronika.
Direktur Utama PNM, Kindaris menuturkan keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha nasabah berkembang, tetapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak mereka untuk meraih pendidikan yang layak.
"PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui pendampingan yang kami berikan, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka," tutur Kindaris.
Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui PNM Scholarship 2026, di mana sebanyak 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM menerima beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi sebuah langkah yang memastikan pemberdayaan PNM tidak berhenti pada ibu yang berjualan sayur di kebun, tetapi menjangkau pula anak-anak seperti Citra yang duduk di bangku sekolah dengan mimpi yang lebih besar dari generasi sebelumnya.
Citra juga menjadi salah satu penerima beasiswa dari PNM agar satu tanggungan Veronika mulai bisa dilepas.
Kisah Veronika dan Citra adalah kisah yang terjadi di jutaan rumah tangga prasejahtera di seluruh Indonesia. Saat para ibu- memilih untuk tidak menyerah, dan anak-anaknya tumbuh menjadi bukti hidup dari pilihan itu.
Di momentum Hari Anak Nasional 2026, PNM meyakini bahwa mendukung perempuan prasejahtera berarti sekaligus mendukung masa depan anak-anak mereka.
Ketika seorang ibu punya akses, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang, anaknya pun mendapat kesempatan yang lebih besar untuk bermimpi, belajar, dan meraih kehidupan yang lebih baik.(adv/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




