tvOnenews.com - Kasus Curanmor di Jakarta Timur sepanjang Juli 2026 menjadi sorotan setelah dua aksi berbeda menghebohkan warga. Salah satunya melibatkan pelaku bersenjata api yang menembak seorang warga, sementara kasus lainnya mengakibatkan empat sepeda motor raib dalam satu malam di Pasar Rebo.
1. Pelaku Curanmor Bersenjata Tembak Warga di Matraman
Kasus pertama terjadi di kawasan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Dua anggota komplotan curanmor diduga berusaha mencuri sepeda motor milik Ilham (28) yang sedang diparkir di area indekos.
Saat itu, Ilham sedang memasak di dalam kamar ketika mendengar suara mencurigakan dari luar. Awalnya ia mengira ada kurir datang. Namun, penjaga kos yang memergoki aksi pelaku langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan.
Panik karena aksinya diketahui, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Dalam pelarian tersebut, seorang pengemudi ojek online berusaha menghadang laju kendaraan pelaku agar tidak lolos dari kejaran warga.
Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata api rakitan dan menembak pengemudi ojek online tersebut hingga tersungkur. Setelah itu, kedua pelaku berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Aksi tersebut menunjukkan keberanian pelaku menggunakan kekerasan demi menghindari penangkapan. Polisi terus memburu kedua pelaku yang diduga merupakan bagian dari komplotan curanmor bersenjata yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur.
2. Komplotan Gasak 4 Motor dalam Semalam di Pasar Rebo
Kasus kedua terjadi pada Selasa dini hari, 21 Juli 2026, sekitar pukul 03.40 WIB di Jalan H. Laeng, RT 07/RW 09, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam aksi tersebut, komplotan pencuri berhasil membawa kabur empat sepeda motor sekaligus.
Korban di antaranya Dodo Hidayat (65), pemilik Honda PCX, serta tiga penghuni kontrakan lainnya yang mayoritas bekerja sebagai pengemudi ojek online. Seluruh kendaraan diparkir di halaman kontrakan saat kejadian berlangsung.
Berdasarkan rekaman CCTV, komplotan tersebut diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang, dengan tiga pelaku terlihat jelas kamera pengawas. Mereka memasuki Gang Lancar dengan berjalan kaki setelah melewati portal sebelum mulai menjalankan aksinya.




