JOMBANG, iNews.id - Kebakaran pabrik pakan ternak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), belum juga berhasil dipadamkan hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00 WIB. Api yang melalap pabrik CV Jaya Terang Bersama di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, itu telah berkobar selama lebih dari 12 jam.
Pabrik yang mengolah bonggol jagung menjadi pakan ternak tersebut mulai terbakar pada Jumat (24/7/2026) pukul 19.50 WIB. Hingga Sabtu pagi, petugas masih berjibaku melakukan pembasahan di lokasi.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Jombang, Stevi Maria mengatakan proses pemadaman terkendala banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan.
"Tidak ada korban dalam kejadian ini. Meskipun kami sudah menerjunkan tiga unit kendaraan pemadam dan tiga unit suplai, kobaran api masih belum bisa dijinakkan hingga Sabtu dini hari," ujarnya dikutip dari iNews Mojokerto, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga:Eks Ketua Ombudsman Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Uang Tunai hingga Rumah MewahBangunan produksi berukuran sekitar 30 x 70 meter persegi itu menyimpan tumpukan bonggol jagung kering yang menjadi bahan baku pakan ternak. Material tersebut membuat bara api terus muncul meski penyemprotan air dilakukan secara berkala.
Hingga kini, penyebab kebakaran maupun besarnya kerugian masih belum diketahui.
Petugas Damkarla Jombang, Pepy mengatakan pihaknya masih memprioritaskan proses pemadaman sebelum melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
"Ini masih dilakukan pembasahan," katanya.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran terjadi saat pergantian sif karyawan malam. Api diduga pertama kali muncul dari area mesin produksi sebelum akhirnya membesar dan menyebar ke seluruh bangunan.
Angin yang bertiup cukup kencang serta banyaknya bahan baku yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Karyawan yang berada di dalam pabrik sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Salah seorang karyawan, Supriono mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan rekan kerjanya yang melihat api mulai membesar.
"Kami mencoba memadamkan api dengan APAR, tetapi tidak berhasil. Setelah itu kami melapor ke Damkarla Jombang," ujarnya.
Baca Juga:ASN Bangkalan Diduga Tewas 2-3 Hari Sebelum Ditemukan di Bandara JuandaSetelah menyadari api terus membesar, para pekerja berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan dari dalam pabrik.
Supriono mengatakan kobaran api pertama kali terlihat dari bagian barat belakang pabrik, tepatnya di sekitar mesin produksi. Meski saat kejadian masih ada sejumlah pekerja di dalam bangunan, seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga Sabtu pagi, petugas Damkar masih melakukan pembasahan karena kepulan asap terus muncul dari tumpukan bonggol jagung di dalam pabrik.
#jatim




