BOGOR, KOMPAS.TV - Debit air Bendungan Katulampa di Kota Bogor, Jawa Barat, menyusut drastis pada musim kemarau tahun ini.
Debit air aliran Sungai Ciliwung bahkan mencapai titik terendah, yakni nol sentimeter, pada Jumat (24/7/2026) sore.
Petugas Bendungan Katulampa mengungkapkan kondisi penyusutan debit air ini telah terjadi selama satu minggu terakhir.
Beberapa waktu lalu, debit air sempat naik hingga 30 sentimeter, namun hanya berlangsung selama 2 jam.
Saat ini, petugas memfokuskan aliran air yang tersisa ke saluran irigasi dan Istana Bogor.
Akibat musim kemarau, sudah dua bulan terakhir hujan tidak turun di kawasan tangkapan air Puncak yang menjadi pemasok utama air ke Bendungan Katulampa.
Kondisi tersebut sangat kontras dibandingkan Januari lalu, ketika ketinggian air di Bendungan Katulampa sempat mencapai 110 sentimeter.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air di Bendung Ciliwung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, tidak lagi melewati pintu air. Selama lebih dari sepekan, ketinggian air berada di titik nol sentimeter.
Meski sempat turun hujan, ketinggian air Bendung Katulampa yang mengalir ke Sungai Ciliwung hanya mencapai 30 sentimeter dan bertahan dalam waktu singkat.
Di bagian hilir bendung, aliran air dari kawasan Puncak menuju Sungai Ciliwung terlihat sangat kecil.
Air yang masih tersisa kini dialirkan ke sisi sungai lain yang diperuntukkan bagi kebutuhan irigasi pertanian serta pasokan air menuju Istana Bogor.
Baca Juga: Masuk Kemarau, Hujan dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi hingga 31 Juli 2026, Ini Kata BMKG
#bendungankatulampa #bogor #kemarau #kekeringan
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- bendungan katulampa
- bogor
- kekeringan
- bendungan kering
- kemarau
- sungai ciliwung





