MAKASSAR, KOMPAS - Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo serta SAR Luwuk dikerahkan mencari sebuah kapal yang membawa 11 turis asing dan dua anak buah kapal di Teluk Tomini. Sedianya Kapal bersandar di Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7/2026) sore namun hingga kini keberadaannya belum diketahui.
"Kami mengerahkan Alut dan Personel yang tersedia bersama Potensi SAR dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, Sabtu (25/7/2026).
Informasi hilangnya kapal ini pertama kali diketahui pihak SAR Gorontalo pada Jumat sore. Saat itu, seorang pemandu wisata bernama Mimin mengabarkan bahwa sebuah kapal yang membawa wisatawan asing belum tiba di Marisa.
Kapal berangkat pada Jumat, sekitar pukul 07.30 Wita dari Pulau Una-Una, Sulawesi Tengah. Sedianya dalam kondisi normal, kapal akan bersandar di Pelabuhan Marisa, Gorontalo, sekitar pukul 11.00 Wita. Namun hingga sore, kapal belum juga bersandar.
Sebelas turis asing yang ada di kapal adalah Milan Kasik (laki-laki/55), Rani Permentier (perempuan/30), Mathijs Sercu (laki-laki/29), Jelka Van Driesum (perempuan/16), Hinke Van Deer (perempuan/59), Roeland Van Driesum (laki-laki/61), Age Van Driesum (laki-laki/18), Matthias Prange (laki-laki/50), Celine Josette Menguy (perempuan/52), Hector Fabio Prange (laki-laki/20), dan Ronny Josue Prange (laki-laki/13). Adapun dua anak buah kapal adalah Ferdiansyah (laki-laki/29), dan Arif (laki-laki/27)
Saat ini, lokasi pencarian berpusat di sekitar koordinat 0°08'42.79" LU – 121°48'15.46" BT, atau sekitar 20,23 mil laut ke arah barat daya dari Pantai Pohon Cinta, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam dari titik keberangkatan tim.
Operasi SAR dilaksanakan dengan membagi Tim SAR Gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui oleh korban. Untuk SRU 1 menggunakan Kapal Negara KAL Limboto bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan rencana pencarian seluas kurang lebih 200 mil laut persegi.
Sementara SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo mencari di area seluas sekitar 50 mil laut persegi di sekitar lintasan pelayaran. Adapun SRU 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort menyisir pada area pencarian seluas 50 mil laut persegi guna mempercepat pencarian.
“Dalam pencarian, tim menghadapi kendala berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang, sehingga setiap pergerakan unsur SAR dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di lokasi operasi terpantau cerah, dengan tinggi gelombang 1–1,5 meter dan kecepatan angin 10–15 knot,” kata Heriyanto.
Selain tim SAR Gorontalo, pencarian juga melibatkan tim dari Pos SAR Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Untuk pencarian ini, tim dari Luwuk menurunkan KN SAR Bhisma dengan 13 orang personel. Selain itu, tim membawa peralatan SAR pendukung lainnya. Estimasi tiba di lokasi pencarian, malam ini sekitar pukul 19.40 WITA.
“Kondisi pagi ini di perairan sekitar Luwuk, cuaca cerah berawan. Kecepatan angin berkisar enam kilometer per jam. Adapun tinggi gelombang mencapai 0,6-0,8 meter,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal.





